youtube channel

Channels

Keponakan Tebas Leher Paman Dengan Sebilah Parang Hingga Nyaris Putus

Keponakan Tebas Leher Paman Dengan Sebilah Parang Hingga Nyaris Putus

Keponakan Tebas Leher Paman Dengan Sebilah Parang Hingga Nyaris Putus (Foto/ANTV Umar Sanusi)

Kasus pembunuhan seorang pria di Nganjuk, Jawa Timur yang ditebas lehernya hingga nyaris putus oleh keponakannya bermotif hutang piutang.

antvklik.com - Supar (48) warga Desa Musirlor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini tega menghabisi nyawa Damin (64) yang tak lain pamannya sendiri dengan cara sadis. Korban ditebas lehernya dengan menggunakan parang sepanjang 50 sentimeter, sebanyak tiga kali hingga nyaris putus.

Sebelum kejadian, korban sedang berada di belakang rumahnya bersiap-siap untuk membangun kamar mandi. Beberapa saat kemudian pelaku datang dan karena tidak terima di atas tanah miliknya mau dibangun w-c oleh korban. Selanjutnya, cekcok mulut antara pelaku dan Korban tak terhindarkan lagi.

Karena emosi pelaku yang sudah tidak terbendung lagi, pelaku kemudian mengambil sebilah parang di rumahnya dan kembali menghampiri korban seraya menebas leher korban sebanyak tiga kali. Sabetan parang juga mengenai bagian kaki kanan korban.

"Akibatnya leher korban hampir putus sedangkan tulang lehernya terputus berdasarkan hasil otopsi,” jelas Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta.

Sesaat setelah kejadian, pelaku langsung mendatangi rumah perangkat desa dan minta diantar ke Polsek setempat untuk menyerahkan diri.

Kepada polisi pelaku mengaku kesal karena karena korban hendak membangun w-c di atas lahan tanah yang diklaim milik pelaku.

"Selain itu, hutangnya yang semula Rp23 juta namun ditagih Rp200 juta oleh pelaku, makanya pelaku kesal dan marah,” terang Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta.

Dari hasil olah kejadian tempat perkara, Polisi menyita barang bukti berupa sebilah parang, gancu, palu, baju korban dan tersangka, serta seutas tali. Akibat aksi kejahatannya pelaku mendekam di ruang tahanan Mapolres nganjuk dan dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Umar Sanusi | Nganjuk-Jawa Timur


icon featured

Artikel Terkait

icon featured

Terpopuler

icon featured

Komentar