Peneliti Sebut Beruang Kutub Punah di Akhir Abad Ini         

Peneliti Sebut Beruang Kutub Punah di Akhir Abad Ini  
Peneliti Sebut Beruang Kutub Punah di Akhir Abad Ini   (Foto : )
Para peneliti menduga keberadaan beruang kutub akan berakhir atau punah di akhir abad ini. Hal ini akibat dari perubahan iklim yang sangat ekstrim. Perubahan ini memicu adanya pemanasan global (global warming) dan memberikan dampak serius bagi kelangsungan bumi beserta isinya.Fenomena pemanasan global tidak lepas dari unsur campur tangan manusia, yakni gas karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari revolusi industri.Efek yang dihasilkannya pun berupa efek rumah kaca (sisa energi panas matahari yang terperangkap di bumi) maka suhu tahunan global pun meningkat sekitar 1-2 derajat Fahrenheit, tentunya hal ini membuat gletser mencair, permukaan air laut naik, hingga punahnya beberapa spesies hewan yang tidak mampu beradaptasi langsung.Salah satu hewan yang berhadapan langsung dengan ancaman pemanasan global ini adalah beruang kutub
(ursus maritumus) , sebab habitat utama beruang kutub adalah permukaan air laut Arktik yang ditutupi oleh es.Namun jumlah permukaan es laut itu kini mulai mencair seiring berjalannya waktu, hingga para peneliti menduga keberadaan beruang kutub ini akan berakhir atau punah di akhir abad ini.Beruang kutub disebut sebagai beruang terbesar di bumi. Bahkan pada beruang jantan, beratnya hampir mencapai setengah ton, dengan panjang tubuh 2,6 meter.Beruang kutub hidup bergantung pada lingkungan laut, dan sebagai satu-satunya beruang yang dianggap sebagai mamalia laut.Dalam jurnal
Effects of Climate Change on Polar Bears karya Øystein Wiig, Jon Aars And Erik W. Born (2008), pengurangan besar es laut diprediksi akan mengurangi ketersediaan anjing laut yang merupakan mangsa utama beruang kutub, dan terfragmentasinya habitat beruang kutub pada akhirnya akan menyebabkan pengurangan besar di sebagian besar subpopulasi di masa depan.Bahkan kemungkinan besar beruang kutub akan hilang dari banyak daerah di mana mereka umum saat ini dan juga bahwa total populasi akan berubah menjadi beberapa populasi yang lebih terisolasi.Namun meski demikian, pemanasan global disebut bukan satu-satunya faktor antropogenik yang mempengaruhi populasi beruang kutub. Paparan polutan, perburuan dan peningkatan ekowisata, serta eksplorasi dan eksploitasi bahan mentah, adalah ancaman antropogenik utama lainnya bagi spesies ini (IUCN, 2014). Yustinus Bagus