Yuk Bermain Permainan Tradisional, Tinggalkan Gadget

gadget
gadget (Foto : )

- Salah satu magnet anak-anak bermain smartphone adalah game. Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan kecanduan game sebagai salah satu gangguan jiwa. Dinamai gaming disorder. Gaming disorder ditandai dengan frekuensi, durasi, dan intensitas bermain game secara berlebihan.

Untuk meminimalisir kecanduan gawai, Sekelompok mahasiswa di Kabupaten Tulungagung bekerjasama dengan SD 2 Bandung, Kabupaten Tulungagung mengisi istirahat sekolah dengan permainan tradisional. Seperti bola bekel, congklak, lompat tali, gedrik hingga cublak cublak suweng.

"Kami resah melihat anak-anak SD pada megang hanpon. Hanya duduk dan diam. Berjam-jam tidak ada aktifitas fisik. Makanya saya sama kawan-kawan tergerak untuk masuk ke sd-sd untuk kembali mengenalkan permainan tradisional. Jadi bisa main bareng sama teman-teman lain. Ga Cuma asyik sendiri. Kalau mereka seneng, mainnya ga Cuma di sekolah tapi juga di rumah,” jelas seorang mahasiswa bernama Angga.

Muhammad Faul Pratama seorang siswa SD mengaku senang dengan adanya permainan tradisional di sekolah mereka. Apalagi mereka bisa bermain dengan kaka-kakak mahasiswa yang lebih paham cara dan  aturan permainan. "Senang sekali. Seru. Bisa main sama teman-teman. Kalau bisa tiap hari kita istirahat mainnya ini aja,“ kata  Faul.

Pihak sekolah mengaku terbantu dengan kehadira mahasiswa Tulungagung yang mengajarkan peremainan tradisional di sekolah-sekolah. Mereka berharap permainan tradisional bisa kembali merebut jam-jam anak bermain gadget.

| Aries Sutikno I Tulungagung | Jawa Timur |