Rohana Kudus Wartawati Pertama. Di Tangannya Sulaman Koto Gadang Dikenal

IMG_10Nov2019085312
IMG_10Nov2019085312 (Foto : )
Rohana Kudus wartawati pertama Indonesia. Ia mendirikan sekolah Amai Setia tempat perempuan belajar, termasuk menyulam. Nama Rohana Kudus bangkit lagi. Jumat 8 November 2019 ia di anugrahi sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi. Ia dikenang sebagai wartawati pertama di Indonesia.Rohana Kudus sudah lama meninggal. Dia lahir di Koto Gadang, Sumatera Barat, pada 20 Desember 1884 dan wafat di usia 87 tahun di Jakarta pada 17 Agustus 1972. Namun, baru kali ini jasa-jasanya diakui sebagai pahlawan nasional.Jasa-jasa Rohana ternyata tergolong sangat besar. Tidak saja memajukan kaum perempuan di masanya, namun juga turut memelopori sejarah pers di Indonesia. Kini dia dikenang sebagai wartawati pertama yang bergelar pahlawan nasional di Indonesia.10 Juli 1912, Rohana berhasil mewujudkan mimpinya dengan menerbitkan Sunting Melayu, koran khusus berslogan "suratkabar perempuan di alam Minangkabau."Dalam Sunting Melayu Rohana Kudus menyampaikan pikiran-pikirannya tentang bagaimana memajukan kaum perempuan. Rohana tak terima bila perempuan hanya mengurusi persoalan rumah tangga.Meskipun tidak mengenyam pendidikan formal, Rohana Kudus mendirikan sekolah kerajinana Amai Setia di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.  Ia mendirikan Amai Setia jauh sebelum kemerdekaan yaitu 11 Februari 1911. Di sini perempuan diajarkan dan dilatih untuk melakukan aktifitas kreatif seperti sulaman. Di Amai Setia Rohana juga mengajarkan para perempuan kampungnya untuk mengelolah keuangan, baca tulis, budi pekerti, bahasa belanda, dan pendidikan agama Islam.Menurut Susi, pengrajin Koto Gadang, Rohana Kudus sangat berjasa untuk sulam Koto Gadang. Ia mendirikan sekolah untuk melatih perempuan Minang saat itu menyulam. Rohana juga mengumpulkan hasil sulamanan muridnya untuk dijual ke Eropa."Sekolah Kerajinan Amai Setia ini didirikan Ibu Rohana kudus. Sebagai sekolah keterampilan khusus perempuan. Rohana Kudus  banyak belajar menyulam, menjahit, merenda dan merajut dari istri pejabat Belanda. Mereka adalah tetangganya saat tinggal di Alahan Panjang. Dia juga banyak membaca majalah terbitan Belanda dan menularkan ilmunya pada perempuan-perempuan disini," jelasnya.Menurut sejarawan Universitas Andalas, Padang, Gusti Asnan, Rohana Kudus adalah tokoh emansipasi sesungguhnya. Ia mengajarkan perempuan Indonesia untuk berpikir modern dan demokrat.“Rohana Kudus mengangkat harga diri wanita di jamannya. Ia mengajarkan bahwa urusan perempuan itu tidak hanya urusan rumah tangga. Perempuan harus sekolah untuk memperluas pertemanan dan pengetahuan,” ujar Gusti.
Donal Caniago/ kabupaten Agam, Sumatra Barat