Jenazah Manusia Akan Dijadikan Pupuk Kompos, Bisa?

Pengomposan manusia mengubah mayat menjadi tanah yang kaya nutrisi
Pengomposan manusia mengubah mayat menjadi tanah yang kaya nutrisi (Foto : Pixabay)

ANTVKlik - Berita terbaru datang dari Pemerintah Kota California, Amerika Serikat. Mereka mengumumkan bahwa akan melegalkan upaya mengubah jenazah manusia menjadi pupuk kompos mulai 2027 mendatang.

Hal itu seiring dengan disahkannya peraturan baru California mengenai upaya-upaya mengatasi tantangan perubahan iklim.

Pengomposan jenazah manusia diketahui dikenal sebagai Naturaal Organic Reduction (NOR) atau Pengurangan Organik Alami.

Upaya ini pun bisa menjadi salah satu  pilihan bagi warga yang tidak ingin dikubur atau dikremasi setelah kematian mereka.

Menurut para pengusung peraturan tersebut, NOR merupakan salah satu langkah yang sangat ramah lingkungan.

Pasalnya saat ini Tempat Pemakaman Umum (TPU) semakin penuh dan sulit dikembangkan.

Begitu juga dengan prosesi kremasi atau pembakaran mayat yang mulai dianggap jadi polusi udara karena menghasilkan 360.000 metrik ton karbondioksida per tahun berdasarkan hitungan National Geographic.

Wacana ini ditegaskan akan dimulai pada tahun 2027 mendatang di California.

Anggota majelis Demokrat Cristina Garcia menjadi salah satu pihak yang mengusulkan rencana NOR itu pun sempat memberikan tanggapannya seperti “cara ini bisa menjadi opsi tambahan bagi penduduk California yang menginginkan lingkungan yg lebih bersih dan ramah, sekaligus memberi mereka opsi lain cara memakamkan jenazah manusia”.

Mengutip dari Smithsonian Magazine, Washington jadi yang pertama melegalkan pengomposan manusia di tahun 2019 silam.

Kemudian diikuti oleh Colorado dan Oregon pada 2021 lalu. Lalu baru-baru ini, di Vermont praktik tersebut telah dilegalkan pada Juni 2022.

Namun kebijakan adalah kebijakan, sesuatu hal yang sedang diupayakan pastilah menuai pro dan kontra.

Sama halnya dengan keputusan tersebut. Salah satunya adalah Gereja Katolik di California yang paling vokal melakukan penentangan.

Menurut mereka mengubah jenazah manusia jadi kompos adalah proses yang hanya bisa dikembangkan untuk ternak bukan manusia.

"NOR” pada dasarnya menggunakan proses yang sama dengan sistem pengomposan berkebun di rumah. Menggunakan metode yang sama untuk transformasi sisa-sisa manusia dapat menciptakan jarak spiritual, emosional dan psikologis yang tidak menguntungkan buat almarhum dan keluarganya," ujar Direktur Eksekutif Konferensi Katolik California, Kathleen Domingo.