Ahli dari Amerika Sebut Penyintas COVID-19 Berisiko Kena Serangan Jantung dan Stroke

COVID-19
COVID-19 (Foto : Freepik)

 

Dalam studi itu, dijelaskan bahwa peneliti mempelajari jaringan jantung pada pasien COVID-19 yang meninggal karena virus. Jantung pasien memiliki tingkat peradangan yang lebih tinggi dan kadar kalsium yang tidak stabil, yang diperlukan agar otot dapat berkontraksi. 

"Ketika jantung memiliki terlalu sedikit kalsium, dapat menyebabkan gagal jantung dan detak jantung tidak teratur," ujarnya.

Peneliti juga mengamati tikus yang terinfeksi COVID-19 untuk melihat bagaimana perubahannya dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki virus. Mereka mengukur pembekuan darah, penumpukan kolagen, menunjukkan kerusakan, dan juga kematian sel jantung.

"Tikus yang terinfeksi memiliki penanda kardiomiopati, penyakit otot jantung yang dapat mempersulit jantung untuk memompa darah ke tubuh dan dapat menyebabkan gagal jantung," tandasnya.