Antrean Jenazah, Petugas Urus Pemulasaraan Tiada Kenal Istirahat

Petugas sedang mengurus jenazah pasien covid-19 yang terus meningkat di RSUD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. ( foto : Denden Ahdani/ANTV)
Petugas sedang mengurus jenazah pasien covid-19 yang terus meningkat di RSUD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. ( foto : Denden Ahdani/ANTV) (Foto : )
Angka kematian pasien Covid-19  di RSUD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terus meningkat. Antrean panjang jenazah untuk pemulasaran sampai petugas tiada kenal istirahat. Petugas pemulasaraan jenazah di RDUS Dokter Soekardjo Tasikmalaya, Jawa Barat, tiada henti disibukkan dengan melonjaknya angka kematian pasien akibat terpapar virus Covid-19.Sejak selasa malam kemarin, Petugas terus mengurus jenazah tanpa istirahat.Petugas sudah melakukan pemulasaraan sedikitnya 10 jenazah pasien covid-19 yang sebelumnya dirawat di ruang isolasi.“ Sejak tadi malam sudah sepuluh jenazah. Barusan dua dan sekarang dua lagi nih,” Ujar Petugas pemulasaraan, Evi Awanul Fajri. Rabu ) 7/7) Pagi.Akibat terus bertambahnya angka kematian sejak semalam, Pengurusan jenazah terpaksa harus antre untuk diurus pemulasarannya.“ Peningkatannya setiap hari  tujuh, delapan, Sembilan, bahkan dalam satu hari kita mengurus jenazah sampai empat sekaligus,” Tambah Evi.Menurut Evi, Meningkatnya angka kematian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini, membuat petugas kewalahan.Terlebih cadangan peti mati menipis dan para petugas terpaksa harus membuat sendiri peti mati secara dadakan untuk memenuhi kebutuhan."Karena yang meninggal banyak,maka kita buat per hari tidak mencukupi.  Maka tiap-tiap yang meninggal bikin sendiri secara dadakan, " Ucapnya.Pihak keluarga yang meningal pun terpaksa harus menunggu lama hingga jenazah dilakukan pemulasaraan. Meski pasien telah meninggal sejak semalam karena banyaknya pasien covid-19 yang meninggal di ruang isolasi.Data dari dinas kesehatan, Hingga rabu pagi, Kasus penyebaran Covid-19 Kota Tasikmalaya sudah menembus 9.069 kasus.Dengan rincian, Sebanyak 1.137 orang masih dilakukan perawatan dan 281 orang meninggal dunia. Denden Ahdani | Tasikmalaya