Perayaan HUT ke 50 PB Djarum Dari Air Mata Menjadi Mata Air

Photo 50 tahun PB Djarum
Photo 50 tahun PB Djarum (Foto : )

Ada pula kisah menarik yang diceritakan Robert Budi Hartono tentang air mata di awal periode berdirinya PB Djarum, yakni sekitar tahun 1971, di sebuah kejuaraan lokal di Kudus. Robert Budi Hartono melihat seorang anak muda berusia 15 tahun menangis di anak tangga pojokan gedung, karena kalah bertanding.

Kepada si anak muda, Budi Hartono pun memberi nasehat agar tak putus asa serta memberikan solusi untuk bisa meraih prestasi terbaik di masa yang akan datang, dengan ikut berlatih di PB Djarum. Dan kelak, anak muda yang berlinang air mata penuh putus asa itu, menjelma menjadi pebulutangkis yang sulit ditaklukan, hingga mengukir prestasi dunia dengan menjungkalkan jawara-jawara bulutangkis dunia saat itu.

Ya... anak muda itu adalah Liem Swie King, legenda bulutangkis Indonesia dengan prestasi dunia, berjuluk King Smash. Kisah Inspiratif dan penuh motivasi yang disampikan oleh Budi Hartono yang disebutnya sebagai kisah air mata King, akan menjadi inspirasi dan motivasi pemain muda saat ini, agar tidak pernah menyerah berjuang dan berlatih keras demi meraih prestasi.

Sementara itu, di hadapan para legenda dan alumni PB Djarum, President Director Djarum Foundation, Victor R Hartono mengatakan, usia 50 tahun PB Djarum hanyalah permulaan, dan ke depannya Vicktor berharap kiprah PB Djarum bisa melampaui 100 tahun atau bahkan lebih sehingga bisa semakin mengharumkan Indonesia di mata dunia. Pasangan Owi - Butet menyumbangkan sebuah lagu special bersama grup band Alumni di Ultah ke 50 PB Djarum

"PB Djarum akan tetap eksis selama kita yakin dan bertekad kuat untuk membantu menyatukan Indonesia. Ini sesuai dengan itikad besar PB Djarum: membantu kejayaan sport untuk persatuan Indonesia. Kita tak bisa bersatu dalam kesengsaraan sport, tapi kita bisa bersatu dalam kejayaan sport,” ujar Victor.

Sejak 1969 hingga kini, komitmen PB Djarum tidak pernah berhenti untuk melahirkan bibit-bibit baru berbakat di cabang olahraga tepok bulu. Perkumpulan yang mulanya hanya untuk kebutuhan olahraga para karyawan PT Djarum, terus melakukan inovasi demi prestasi bulutangkis Indonesia, salah satunya melalui program pencarian bakat “Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis”.

Lewat ajang tersebut, lahir sosok Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang saat ini menjadi ganda putra peringkat pertama dunia. Selain itu, untuk menghadirkan kompetisi yang berkualitas, Djarum juga menggelar berbagai kejuaraan bulutangkis untuk berbagai kelompok usia dan berskala nasional maupun internasional, seperti  Djarum Superliga Junior, Djarum Sirkuit Nasional, dan Djarum Superliga Badminton.