BERKAT SPRINTER, NAMA INDONESIA MELAMBUNG TINGGI DI DUNIA

sprinter Indonesia
sprinter Indonesia (Foto : )

Berkat sprinter, nama Indonesia melambung tinggi di dunia. Baru-baru ini Lalu Muhammad Zohri yang sukses menjadi juara dunia junior lari dari nomor bergengsi, 100 meter di ajang Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia.

Torehan waktu yang ia buat 10,18 detik, menjadi pembuktian dirinya sebagai sprinter potensial di masa depan. Dia menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil meraih prestasi itu. Menempatkan namanya di antara para legenda di lintasan lari. Lalu Muhammad Zohri, pelari muda 100 meter Indonesia yang mndapatkan emas dan menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018.

 Memang negeri ini memiliki banyak sekali legenda-legenda lari yang telah membawa Merah Putih berkibar di mana-mana. Bersumber dari kaki mereka, Indonesia menjadi dikenal dunia, dalam cabang Atltetik.

Mohammad Sarengat

Mohamad Sarengat (1939-2014) mengharumkan nama Indonesia pada Asian Games tahun 1960-an. Sekaligus menobatkannya sebagai "Manusia tercepat di Asia" saat itu. Bicara cabang atletik nomor lari, tidak lengkap jika tak menyebut nama sprinter legendaris Mohammad Sarengat. Sebelum Sarengat, tidak pernah ada pelari Indonesia yang pernah meraih juara atau mendapat medali emas.

Pelari kelahiran Banyumas, 28 Oktober 1940 itu mengguncang benua Asia di perhelatan Asian Games 1962 dengan meraih dua medali emas di nomor 100 meter dan 110 meter lari gawang, serta tambahan perunggu di nomor lari 200 meter.

Bahkan ia mampu membuat rekor lari 100 meter dengan catatan waktu 10,40 detik. Rekor itu baru terpecahkan dua dekade berselang oleh Purnomo Muhammad Yudhi di Olimpiade Los Angeles 1984.

Purnomo

Purnomo menjadi satu-satunya pelari wakil dari benua Asia pada Olimpiade 1984 di Los Angeles, Amerika Serikat. Selain Sarengat, Indonesia juga patut bangga memiliki pelari yang tak kalah legendaris bernama Purnomo.

Pelari bernama lengkap Purnomo Muhammad Yudhi ini, merupakan atlet lari tersukses pada era 80-an. Purnomo yang dilahirkan pada 12 Juli 1962 di Purwokerto itu pernah menjadi satu-satunya pelari wakil dari benua Asia pada Olimpiade 1984 di Los Angeles, Amerika Serikat.

Pada 1984, Purnomo juga sukses menjadi juara pada Olimpiade Asia terbuka di Thailand. Setahun sebelumnya, di Kejuaraan Dunia IAAF di Helsinki, Purnomo juga jadi satu-satunya wakil Asia di final 100 meter putra. Ia berhasil masuk semifinal 60m dan 200m kejuaraan dunia Atletik Gelanggang Tertutup di Paris pada 1985.

Prestasi tertinggi Purnomo diraih pada Kejuaraan Atletik Asia 1985 di Jakarta. Dua emas di nomor 100 dan 200 meter putra. Bahkan, pada lari 100 meter, catatan waktu terbaik Purnomo adalah 10.29 detik.

Mardi Lestari

Afdiharto Mardi Lestari merupakan sprinter top nasional pada tahun 1980-1990-an. Pelari kelahiran Binjai 1 Juli 1968 ini mampu menaklukkan negeri jiran Malaysia dengan meraih dua emas dari nomor 100 (10,41 detik) dan 200 meter putra (21 detik) di SEA Games Kuala Lumpur 1989.

Torehan prestasi itu dia tambah pada SEA Games Manila 1991 dan SEA Games Singapura pada tahun 1993, dengan masing-masing dapat satu emas di nomor 100 meter. Mardi dikenal sebagai manusia tercepat se Asia karena berhasil masuk semifinal Olimpiade Seoul 1988.

Atlet dengan tinggi 166 sentimeter dan berat 63 kilogram itu bertanding dengan para atlet lari top dunia saat itu seperti Ben Johnson asal kanada. Dalam karirnya, Mardi juga mengalahkan rekor lari milik pendahulunya, Purnomo yaitu 10.20 detik. Rekor Mardi Lestari pada lari jarak 200 meter adalah 21.47 detik.