Catatan Ilham Bintang: Salam dari Danau Toba

Catatan Ilham Bintang: Salam dari Danau Toba
Catatan Ilham Bintang: Salam dari Danau Toba (Foto : Istimewa)

Antv – Tepi Danau Toba, Selasa (20/6) siang. Kami tiba di kawasan danau terbesar di dunia itu pas matahari memancarkan teriknya. Namun, pemandangan sekeliling danau tetap menampilkan pesonanya.

Tidak kalah dengan pesona Monaco, Perancis. Meski matahari terik, tetapi anginnya berhembus sepoi-sepoi membawa hawa dingin meredam hawa panas. Kami menginap semalam di hotel Niagara di Parapat yang berada di atas bukit  sehingga dapat melihat danau dari atas dan sejauh mata memandang.

Danau Toba, terkenal sejak lama. Lokasinya, di kota Parapat,  Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Ini salah satu akses menuju ke Danau Toba dan Kabupaten Samosir, berjarak sekitar 48 km dari Kota Pematangsiantar.

Di tengah - tengah danau yang panjangnya 100 km dan lebar 30 km terdapat sebuah pulau bernama Pulau Samosir, yang luasnya  hampir sama dengan Singapura.

img_title
Pemandangan Eksotis Danau Toba. (Foto: Istimewa)


Toba, berarti  mata air luas nan indah. Danau ini, salah satu tujuan wisata  super prioritas Indonesia yang baru saja  menjadi tuan rumah ajang balapan bergengsi F1 Powerboat (F1H2O) World Championship, 24-26 Februari 2023.

Ajang itu dijadikan pemerintah sebagai momen penting untuk membangkitkan pariwisata dan perekonomian Indonesia usai mendapat hantaman pandemi COVID-19. Event F1 PowerBoat ditargetkan pemerintah menarik kunjungan 25 ribu wisatawan mulai dari atlet, official, kru, dan lainnya.  

"Event itu akan meningkatkan kunjungan wisatawan sebesar 3,7 persen dalam dua tahun pasca event ini berlangsung. F1 PowerBoat ini diprediksi akan meraih 180 juta impresi digital dan dampak ekonomi sebesar Rp 212 miliar terhadap ekonomi Provinsi Sumatera Utara," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, sebelum gelaran acara.

Gelaran F1 Powerboat (F1H2O) World Championship diharapkan juga mampu membawa nama Indonesia makin dikenal dunia terkait keindahan alamnya. Sehingga dapat mendorong roda perekonomian masyarakat di sekitar, khususnya melalui sektor pariwisata.

Memanfaatkan ajang internasional itu kabarnya pemerintah telah mendorong sekitar 30 juta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui berbagai program yang digelontorkan untuk memasuki era teknologi 4.0, termasuk para pelaku yang berada di sekitar Danau Toba. Mereka diharapkan cakap memanfaatkan setiap event nasional maupun internasional, promosi berbagai keunggulan produknya.

Danau Toba secara umum memang menjadi penyangga kehidupan masyarakat di beberapa kabupaten sekitar seperti Simalungun, Dairi, Karo, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Pakpak Bharat, dan Humbang Hasundutan.

Menurut catatan,  melalui lima pintu masuk internasional pada periode 2015 hingga 2018 pariwisata Danau baru tumbuh sebesar 1%. Pada 2015, jumlah turis asing yang berkunjung ke Danau Toba hanya sebanyak 229.288 orang.

Angka kunjungan turis asing pernah mencapai jumlah  tertinggi pada 2017, yakni 270.292 orang. Namun, tahun berikutnya angka kunjungan turun 14% menjadi 231.465 orang. Di sisi lain, kunjungan turis domestik ke danau vulkanik terbesar di dunia ini tumbuh lebih tinggi dengan rerata 25%.

Menuju ke Danau Toba kendaraan melalui jalan menanjak. Hotel Niagara tempat kami menginap berada di  bukit, sehingga bisa menyapu pemandangan Danau Toba dari posisi ketinggian.