Hewan Unik dari Zaman Es Ditemukan oleh Anak Kecil di Siberia

Mammoth jarkov yang terbungkus permafrost seberat 23 ton
Mammoth jarkov yang terbungkus permafrost seberat 23 ton (Foto : reddit)

Antv – Pada tahun 1997, seorang anak laki-laki bernama Simion Jarkov (9 tahun) yang tinggal di desa Khatanga (sekitar 800 km, utara Lingkaran Arktik), menemukan benda melengkung (sepanjang 30 cm) berbentuk seperti gading, saat berburu dengan saudaranya. Kemudian temuannya itu dilaporkan ke Cagar Alam Taymyr, Siberia.

 

Namun meski demikan, pihak cagar alam tidak langsung menyelidiki temuan Jarkov itu. Jarkov kemudian menghubungi seorang spesialis pemburu mammoth terkenal di Siberia bernama Bernard Buiges.

 

Kemudian pada 18 Oktober 1999, balok lumpur dan es (permafrost) seberat 23 ton tempat gading itu berada kemudian diangkat dengan menggunakan helikopter ke gua es di Khatanga, bahkan saat pengangkatannya itu. Mammoth yang ditemukan itu kemudian diberi nama Jarkov, sesuai dengan nama penemu mammoth itu.

 

Mammoth jarkov merupakan spesiemen woolly mammoth (Mammuthus primigenius) yang diperkirakan hidup pada 20.000 tahun yang lalu dan mati pada usia 40-an tahun. Indikasinya adalah Mammoth jarkov telah berkeliaran di wilayah Taymyr selama puluhan ribu tahun.

 

 

img_title
Sketsa woolly mammoth. (Foto : Stephan Schuster lab, Penn State)

 

 

Sementara itu jika dilihat dari gading yang spiral dan membengkok sepanjang 3 meter, kemungkinan besar Mammoth jarkov berjenis kelamin jantan. Lebih dari 36 ilmuwan dari seluruh dunia, termasuk ahli mammoth Rusia Alexei Tikhonov telah mempelajari specimen Mammoth jarkov itu. Lebih dari 50 sampel dari Mammoth jarkov (sampel sumsum tulang hingga sampel tanaman Zaman Pleistosen) yang ada di permafrost itu telah diambil dan diberi penanggalan karbon-14, yang kemudian dikirim ke berbagai laboratorium untuk dianalisis.

 

Beberapa ilmuwan telah menyatakan harapan bahwa DNA Mammuth jarkof dapat diekstraksi dan dikloning. Namun, ilmuwan seperti Alexei Tikhonov, meragukan kelangsungan hidup dari materi genetik yang diekstraksi. Sebab menurut Tikhonov untuk melakukan pengkloningan kita harus memiliki sel hidup, dan diketahui tidak ada satu sel pun yang dapat bertahan di lapisan es.