Pevita 'Sri Asih' Pearce Mengaku Takut Menonton Drama Korea, Ini Penyebabnya

Pevita 'Sri Asih' Pearce Mengaku Takut Menonton Drama Korea
Pevita 'Sri Asih' Pearce Mengaku Takut Menonton Drama Korea (Foto : Twitter)

Antv – Saat ini aktris Pevita Pearce tengah menjalani hari-hari dengan berbagai kesibukan syuting dan mempromosikan film "Sri Asih". Untuk alasan itulah, aktris kelahiran lahir 6 Oktober 1992 ini mengaku dirinya "takut" untuk menonton drama Korea saat senggang.

"Aku takut kalau nonton Korean Drama karena adiktif banget," kata Pevita di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu (27/11/2022).

Mengingat aktivitasnya sedang padat, Pevita belum berani "mencicipi" drama Korea yang kerap membuat orang-orang "bingewatching" alias menghabiskan waktu yang panjang untuk menonton sampai tamat dalam satu waktu.

"Lagi banyak syuting series, promo 'Sri Asih', pengin nonton sih tapi takut," ujar Pevita yang ingin menonton ketika waktunya sudah tepat.

Diketahui, Pevita baru saja membintangi film "Sri Asih" sebagai pemeran utama bernama Alana, karakter yang mendapatkan kekuatan dari Sri Asih.

"Sri Asih" bercerita tentang Alana yang tak mengerti kenapa selalu dipengaruhi amarah, tapi dia selalu berusaha melawannya.

Memasuki usia dewasa, Alana menemukan fakta mengenai asalnya bahwa dia bukan perempuan biasa.

Pevita sendiri diketahui pertama kali dikenal luas lewat film Denias, Senandung di Atas Awan (2006) sebagai Angel.

Film tersebut adalah pengalaman pertama Pevita dalam berakting di film layar lebar pertamanya setelah sebelumnya ia ikut berperan dalam sinetron Mutiara Hati sebagai Tara.

Pada akhir tahun 2007, Pevita bermain kembali dalam film Lost in Love yang tayang bulan Mei 2008. Dalam film ini, Pevita mendapat peran utama sebagai Tita dan bermain bersama Richard Kevin yang akan berperan sebagai Adit.

Pevita mendapatkan peran Tita melalui serangkaian proses seleksi panjang mulai dari sekitar 1.100 pendaftar hingga mengerucut delapan orang dan dari film Lost in Love, ia dinominasikan sebagai Aktris Terbaik pada Festival Film Indonesia 2008.