Ernest Prakasa Bereaksi Soal Penembakan Gas Air Mata di Kanjuruhan

Ernest Prakasa
Ernest Prakasa (Foto : Starvision)

Antv – Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu malam tadi diketahui telah memakan lebih dari 180 nyawa sejauh ini.

Diketahui, jatuhnya ratusan korban itu lantaran adanya gas air mata yang ditembakkan oleh aparat, sehingga membuat ribuan suporter bola berdesakkan untuk keluar dari stadion.

Setelah diminta klarifikasi, Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta mengklaim bahwa penembakan gas air mata kepada suporter Aremania di atas tribun saat terjadi kericuhan sudah sesuai prosedur.

Menurut penuturannya, hal itu sebagai upaya menghalau serangan suporter yang merangsek turun ke lapangan dan berbuat anarkis.

“Oleh karena itu pengamanan melakukan upaya pencegahan dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke lapangan dan mengejar para pemain. dalam prosesnya itu,untuk melakukan upaya pencegahan sampai dilakukan gas air mata," kata Nico di Polres Malang, pada Minggu, 2 Oktober 2022.

"Karena sudah mulai anarkis sudah menyerang petugas dan merusak mobil dan akhirnya karena gas air mata mereka keluar ke satu titik di pintu keluar. Yaitu kalau enggak salah di pintu 10 ya," imbuhnya.

img_title
Potret Tragedi Kanjuruhan. (Foto : AP/Yudha Prabowo)

Menanggapi hal tersebut, aktor sekaligus produser Ernest Prakasa memberikan reaksinya lewat media sosial pada Minggu pagi tadi.

Menurut Ernest, bagaimanapun pelemparan gas air mata di dalam stadion itu adalah suatu hal yang dilarang oleh FIFA.

Hal itu mungkin bertujuan, agar hal-hal tragis seperti itu tidak terjadi di stadion.

“Mohon maaf nih Pak Kapolda, tapi gas air mata di dalam stadion itu dilarang oleh FIFA. Mungkin alasannya ya supaya tragedi seperti ini nggak terjadi. ” kata Ernest melalui akun Twitternya.

img_title
Ernest Prakasa. (Foto : Instagram)

Seperti yang diketahui, tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi pada Sabtu malam tadi, setelah pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Lantaran klub bola idola mereka kalah, para suporter Arema FC beberapa turun ke lapangan untuk menyampaikan rasa keluh mereka ke para pemain. Mereka pun akhirnya terlibat pertikaian dengan aparat kepolisian.

Pertandingan yang dimenangkan oleh Persebaya Surabaya itu berujung tragis ketika oknum aparat menembakkan gas air mata ke tribun suporter, sehingga menyebabkan ribuan penonton berdesakan untuk keluar dari Stadion Kanjuruhan.

img_title
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. (Foto : VIVA / Lucky Aditya)