Penjualan Boneka Seks Meningkat Drastis hingga Habis Terjual, Ini Penyebabnya

Penjualan Boneka Seks Meningkat Drastis hingga Habis Terjual
Penjualan Boneka Seks Meningkat Drastis hingga Habis Terjual (Foto : Ilustrasi - Pixabay)

Antv – Perusahaan pembuatan boneka seks ketiban durian runtuh dengan kebanjiran order beberapa bulan belakangan ini yang pemesananya terus meningkat bahkan hingga kewalahan.

Namun usut punya usut, ternyata sebagian besar orang membelinya bukan untuk memuaskan kebutuhan seksnya melainkan menghindari tilang. Kok Bisa?

Seperti dikutip dari LAD Bible, momen larisnya boneka seks di Australia karena dimanfaatkan oleh para pengendara mobil untuk mengelabui kamera pengawas lalu lintas.

Mereka menggunakan boneka seks agar terhindar dari kena tilang elektronik saat melintasi jalur khusus yang memiliki persyaratan jumlah penumpang, semisal 3 ini 1.

Diketahui, di Australia, beberapa jalur di jalan raya hanya boleh digunakan oleh kendaraan yang mengangkut lebih dari satu orang.

Aturan itu kemudian dijalankan dengan kamera khusus yang bisa mendeteksi pelanggar secara otomatis.

Dengan hanya mengandalkan kamera pengawas, membuat para pengguna kendaraan memanfaatkan celah untuk mengecoh kamera pengawas tersebut.

Mereka menempatkan boneka seks berukuran manusia di kursi penumpang saat melewati jalan three-in-one, sehingga seolah-olah ada orang lain di dalam mobil.

Dengan adanya boneka seks yang bentuk fisiknya menyerupai manusia beneran, maka mereka bisa terhindar dari tilang.

Dengan berhasilnya para pengendara mengecoh kamera pengawas, maka hal ini memicu penjual boneka seks kebanjiran order hingga stok mereka menipis.

Salah satu pemilik toko Wild Secrets bernama Adam Lea mengungkapkan produk boneka seks bernama Donna, pun terjual habis.

"Hal seperti ini tidak pernah terjadi dalam sejarah berdirinya perusahaan kami selama 30 tahun ini," kata Marketing Manager Wild Secrets Adam Lea.

Boneka seks bernama Donna ini dijual dengan harga £2,700 atau sekitar Rp 50 juta. Meski harganya cukup mahal, ajaibnya  boneka sampai ludes terjual.

"Alasan di balik peningkatan penjualan boneka seks ini, terutama di Melbourne, sepertinya karena mereka dijadikan teman bepergian untuk pengendara yang menggunakan jalan tol di bagian timur," tambahnya.

Adam mengatakan sebelum beberapa bulan yang lalu boneka-boneka itu 'jarang' terjual tetapi baru-baru ini ada banyak pembelian baru. Bahkan ada satu pelanggan yang mengakui pembelian boneka seks itu murni untuk mengelabui kamera pengawas lalu lintas.

"Terkadang hanya terjual dua dalam sebulan. Tapi tiba-tiba, belakangan ini, penjualannya bisa tiap jam, dan sekarang tidak ada lagi sisa stok satu-satunya alasan yang terpikirkan adalah karena jalan Tol Timur," pungkasnya.