Karena Tumor Kaki Pemain Voli Andalan Sekolah akan Diamputasi

riska
riska (Foto : )

Sudah empat bulan remaja 17 tahun ini tak kuat berdiri karena pembengkakan di lutut sebelah kanannya. Di lutut gadis bernama Riska itu tumbuh tumor ganas yang besarnya melebihi kepala siswi salah satu SMA di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau.

Riska menderita penyakit ganas itu bermula ketika bermain voli di halaman sekolah pada pertengahan tahun lalu. Ia terjatuh dan lututnya membentur lantai lapangan.

Usai terbentur tak segera mendapatkan perawatan medis. Seiring waktu Riska mulai merasa sakit disertai nyeri di lutut kanannya. Kemudian oleh orang tuanya ia dibawa berobat ke tukang urut. Anak pertama dari tujuh bersaudara ini merasakan benjolan di lututnya itu bukannya mengecil melainkan semakin semakin besar.

Dan kini ia sudah tidak mampu berjalan karena jika dipaksakan berjalan lutut kanannya akan terasa sakit sekali. Riska lalu dibawa ke Rumah Sakit Prima di Pekanbaru. Lututnya dirontgen, darahnya juga diambil untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil analisis medis di lutut riska bukan bengkak biasa melainkan tumor bersarang di sana.

Berdasarkan pemeriksaan dokter di RSUD tumor di lutut Riska sudah harus diangkat. Salah satu jalannya adalah amputasi dengan biaya mencapai ratusan juta rupiah.

Ibu dan ayah Riska memutuskan untuk merawat anaknya di rumah karena untuk menjalani operasi tidak ada biaya. “Kami keluarga miskin. Tak cukup uang untuk membiayai operasi,” kata Muzarniati, ibunda Riska.

Saat ini harapan Riska hanya satu yakni bisa sembuh tanpa amputasi dan dapat beraktivitas seperti biasa lagi serta bermain voli bersama teman-temannya di sekolah. Muhammad Arifin | Kabupaten Kampar, Riau