Berikut Kronologis Versi Polisi Terkait Tabrak Lari Mahasiswa UI

Ilustrasi olah TKP polantas di kecelakaan. (Foto : Viva)

Antv –Pihak kepolisian menjelaskan kronologis versi mereka terkait kecelakaan tabrak lari yang diduga dilakukan seorang purnawirawan Polri perwira menengah hingga menewaskan seorang mahasiswa UI Muhammad Hasya Atallah. Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Joko Sutriono awalnya korban menghindari genangan air, lalu korban melakukan rem mendadak hingga membuat sepeda motor goyang.

"Jadi, ngerem mendadak dia goyang, berbarengan dengan badan dia kena mobil pas lewat si Pajero," ucap Joko kepada wartawan, Sabtu (26/11/2022).

Seperti diberitakan VIVA.co.id, Hal ini diketahui dari pemeriksaan saksi-saksi, sebab tidak ada kamera CCTV (Closed Circuit Television) di lokasi. Sejauh ini, polisi mengklaim telah memeriksa lima orang. Salah satunya rekan korban yang ada saat kejadian. Dia juga mengendarai roda dua saat itu di belakang korban alias iring-iringan.

"Iya, benar temennya ada yang ikutin dia di belakang. Dia juga saksi mengetahui sebenarnya. Kalau versi saksi di TKP (Tempat Kejadian Perkara) itu, kelihatannya ngerem mendadak oleng menghindari air. Kalau temen yang di belakang itu sambil rem hindari genangan air sambil ada motor yang ada ke kanan. Makanya dia rem mendadak," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan memang di sana, tidak ada marka jalan. Dia mengatakan baik korban dan terduga pelaku berada di jalur yang benar saat kejadian. "Iya sama-sama di jalur masing-masing justru malah si motor ambil jalur ke kanan," katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswa Universitas Indonesia bernama Muhammad Hasya Atallah diduga menjadi korban tabrak lari dari salah satu purnawirawan perwira Polri di kawasan Jakarta Selatan.

Hasya tewas usai jadi korban tabrak lari tersebut. Berdasarkan gambar yang diterima melalui sebuah pesan Whatsapp, Hasya tewas seketika usai ditabrak mobil pada 6 Oktober 2022, sekira pukul 21.00 WIB.