Finishing Touch Striker Arema FC Buruk di Piala Menpora 2021

Arema FC Tersingkir dari Piala Menpora karena Performa Lini Depan (Foto : )

Finishing Touch striker Arema FC buruk di Piala Menpora 2021. Arema FC mendapatklan kenyataan pahit sektor penyerangan Singo Edan tumpul di babak penyisihan Piala Menpora 2021. Tim Unggulan Arema FC secara mengejutkan tersingkir dari ajang turnamen Pra Musim Piala Menpora 2021. Bahkan Arema FC hanya mampu menjadi juru kunci dari 4 tim yang menghuni Grup A. Arema kalah bersaing dengan tim PSIS Semarang, Barito Putera, dan TIRA Persikabo yang menghuni peringkat 1,2 dan 3 di klasemen akhir Grup A.Berdasarkan hasil evaluasi Tim pelatih Arema FC menyoroti kinerja lini depan yang buruk di ajang pra musim Piala Menpora 2021. Asisten pelatih Arema FC, Singgih Pitono pun angkat bicara perihal masalah yang dihadapi oleh lini depan mereka pasca menuai hasil jeblok di Piala Menpora 2021.Mengandalkan striker lokal macam Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo dan Muhammad Rafli, lini serang Arema FC hanya bisa menceploskan empat gol dari tiga laga yang dilakoni. Hasil yang membuat Arema FC terbenam di dasar klasemen babak penyisihan Grup A Piala Menpora 2021.Singgih Pitono menyebut tim pelatih Arema FC telah melakukan evaluasi guna meningkatkan produktivitas gol di kompetisi Liga 1 2021 mendatang.“Memang penilaian, lini depan jelas belum tune-in. Perlu diingat, satu tahun itu tidak ada kompetisi. Ada banyak evaluasi di lini depan. Produktivitas gol kita disorot,” ujar Singgih.Sebenarnya penampilan barisan penyerang Arema FC tidak terlalu buruk dan mampu membuat banyak peluang. Mereka sukses membuat 47 tembakan ke gawang lawan, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat Dendi Santoso dkk hanya bisa membuat persentase keberhasilan 32 persen. Arema hanya menghasilkan 15 tembakan on target dari 47 peluang.“Lini depan memang ada problem, tapi jangan salah, kita banyak peluang. Tapi masalah finishing touch atau penyelesaian kita yang perlu banyak dibenahi,” kata eks striker Arema FC di era galatama tersebut.Singgih Pitono menekankan tidak ada keberuntungan soal mencetak gol. Keberhasilan tim mampu mencetak gol berawal dari strategi yang terencana. Untuk itu dia berharap jajaran striker yang dimiliki Singo Edan bisa memperbaiki penampilan mereka.“Tidak ada yang namanya keberuntungan. Semua gol itu dibikin, proses golnya saja yang berbeda. Di awal, mainnya kita kan sudah terencana,” jelas Singgih.Soal penampilan striker mereka yang bermain di bawah performa terbaiknya di Piala Menpora, Singgih menyebut faktor kondisi fisik dan vakumnya kompetisi selama setahun menjadi problem bagi para pemainnya sehingga belum bisa menunjukkan penampilan terbaik.