Bagaimana Agar Diberi Izin untuk Menikah oleh Orang Tua? Ini Jawaban Buya Yahya

Buya Yahya
Buya Yahya (Foto : YouTube Al-Bahjah TV)

Antv – Menikah seringkali disebut sebagai salah satu cara untuk menyempurnakan agama. Namun, pernikahan tentunya harus dengan restu kedua orang tua.

Kedua calon mempelai sebaiknya berbicara secara baik kepada orang tua mereka untuk meminta restu. Sayangnya, tidak semua orang tua memberikan restu atau mungkin tidak mau anaknya terburu-buru untuk menikah karena suatu sebab.

Seperti salah seorang jamaah Buya Yahya dalam suatu tausyiah bertanya soal dirinya yang belum juga diizinkan untuk menikah karena dirinya masih kuliah. Lalu bagaimana cara meyankinkan orang tua?

Kemudian Buya menjelaskan bahwa seseorang yang sudah mau berbicara untuk menikah, berarti orang tersebut sudah mengerti akan tanggung jawabnya nanti.

“Kalau seseorang sudah berkata pengen nikah, itu serius karena dia ngerti tanggung jawabnya,” ujar Buya Yahya, dilansir dari Youtube Al-Bahjah TV pada Jumat, 13 Januari 2023.

Buya Yahya menerangkan hal itu sangat wajar, justru yang patut diwaspadai adalah ketika anak-anak mereka tidak mau menikah. Hal itu menjadi pertanda bahwa orang tersebut tidak peduli dengan kehalalan, hanya ingin berpacaran yang bisa menjerumuskan perzinahan.

img_title
Buya Yahya. (Foto: YouTube Al-Bahjah TV)

“Justru yang waspada itu mereka gak pernah menyebut tentang pernikahan karena kalau masih anda punya anak kok ngomong (soal pernikahan) berarti anak peduli dengan yang halal,” lanjutnya.

Buya menambahkan jika permasalahan untuk menunda pernikahan adalah karena masih kuliah, cobalah untuk menundanya dengan istiqomah. Jika tak bisa, sebaiknya segeralah menikah. 

“Adapun masalah menundanya tentu dengan cara yang cantik, yang sekiranya dia juga bakal mampu, kalau ternyata tidak bisa menunda anda jangan menunda,” tutur Buya Yahya melanjutkan.

Buya Yahya menjelaskan jika ingin menunda pernikahan, cobalah dengan cara menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan. Jika tak bisa, maka mintalah sekali lagi restu dari orang tua, karena itu adalah masalah syahwat anak tersebut, bukan orang tuanya.

“Bisa saja dijanjikan selesaikan dulu kuliah, tapi janji yang serius atau disibukkan dengan sesuatu yang lainnya. Ini urusan syahwatku bukan syahwatmu,” pungkasnya.