Suntik Mati Siaran Televisi Analog Hari ini, Begini Cara Mengubah TV Analog ke TV Digital

Suntik Mati Siaran Televisi Analog, Ini Cara Ubah TV Analog ke Digital
Suntik Mati Siaran Televisi Analog, Ini Cara Ubah TV Analog ke Digital (Foto : Ilustrasi-Pixabay)

AntvSuntik mati siaran televisi analog atau analog switch off (ASO) mulai dilakukan hari ini, Rabu (2/11/2022). Menurut Wakil Presiden Ma'ruf Amin, penghentian itu tidak perlu ditunda lagi. 

Ma'ruf mengatakan, analog switch off mesti dilakukan karena Indonesia sudah lama tertinggal dalam menerapkan penyiaran televisi secara digital. 

"Saya kira memang sudah harus, sudah lama sudah tertinggal, jadi menurut saya tidak perlu ditunda lagi, harus dilaksanakan," kata Ma'ruf Amin.. 

Lebih lanjut Ma'ruf mengatakan, digitalisasi penyiaran sudah sesuai dengan perintah undang-undang. Yakni Pasal 72 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang mengubah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. 

"Soal digitalitasi kan memang sudah ada perintah undang-undang dan pemerintah kementerian kominfo itu sudah melakukan persiapan-persiapan dan sudah lama saya kira ada diiklankan di mana-mana," ujar Ma'ruf. 

Penghentian siaran televisi analog atau analog switch off (ASO) dipastikan tetap dilakukan hari ini, Rabu (2/11/2022). Namun, prosesnya dilakukan secara bertahap. 

Disebut bertahap karena distribusi set-top-box (STB) atau alat untuk mengonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara agar dapat ditampilkan di TV analog belum tuntas. 

Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Mekopolhukam) Mahfud MD, distribusi STB belum dirampungkan oleh beberapa TV swasta. 

Adapun STB yang didistribusikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah selesai. 

"Kesimpulannya, peralihan dari (TV) analog ke digital akan dilaksanakan pada 2 November dan dimulai secara bertahap karena masih (ada) beberapa hal yang harus disiapkan," kata Mahfud MD, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyampaikan bahwa ada 514 kabupaten dan kota di Indonesia yang melakukan ASO. 

Dari jumlah tersebut, terdapat 222 wilayah yang akan migrasi ke TV digital pada Rabu (2/11/2022). Wilayah ini termasuk 9 kabupaten di Jabodetabek dan 173 wilayah yang tidak dijangkau layanan TV terresterial. 

"Jabodetabek yang terdiri dari 9 kabupaten dan kota akan dilaksanakan ASO pada 2 November 2022, dan 173 kabupaten dan kota non-terrestrial service atau tidak ada layanan TV terrestrial. Dengan demikian, ada 222 kabupaten kota yang total ASO (2 November)," kata Johnny.

Untuk dapat menonton siaran TV, masyarakat pun harus bermigrasi ke siaran TV digital dengan menempuh dua cara yang bisa dilakukan yaitu dengan memasang Set Top Box (STB) atau dapat secara langsung menggunakan perangkat televisi.

Adapun, pemasangan STB TV digital menjadi cara apabila perangkat TV yang dimiliki masyarakat, belum mendukung atau memiliki fitur untuk menangkap siaran TV digital.

Untuk masyarakat yang kurang mampu, pemerintah bersama pihak swasta pun sejak beberapa waktu lalu sudah melakukan distribusi STB TV digital.

Sementara, jika sudah memiliki perangkat seperti Smart TV, biasanya sudah otomatis memiliki kemampuan untuk menangkap siaran digital, tanpa harus memasang STB.

Untuk mengetahui, apakah perangkat TV sudah mendukung siaran digital atau belum, cukup dengan melihat spesifikasi yang umumnya tertera di boks TV atau dengan stiker di perangkat.

Selain itu, juga dapat mencoba secara langsung untuk mencari opsi siaran digital melalui pengaturan di TV.

Cara lain, adalah dengan melihat di situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), untuk melihat apakah perangkat TV sudah tersertifikasi untuk siaran digital atau belum, dengan cara:

- Kunjungi https://siarandigital.kominfo.go.id/

- Pilih menu Perangkat TV Digital yang ada di bagian atas situs

Nantinya, pengunjung situs dapat mengisi kolom perangkat, merek, dan model/tipe sesuai perangkatmu untuk mengetahui apakah perangkatmu sudah dapat mendukung siaran digital atau belum.

Selamat menikmati siaran digital dengan gambar yang jauh lebih bersih dan suara yang jernih tanpa melihat daya jangkau stasiun relay dengan rumah warga.