Luapan 2 Sungai Rendam Tujuh Desa di Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan

Pembersihan sisa banjir di Luwu, Sulawesi Selatan.
Pembersihan sisa banjir di Luwu, Sulawesi Selatan. (Foto : BNPB)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisik juga telah memprakirakan hingga Minggu (23/10/2022) Provinsi Sulawesi Selatan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Potensi ini juga diprakirakan akan terjadi di Bengkulu, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, terus mengingatkan dan meminta pemerintah daerah untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem di Indonesia. Suharyanto meminta agar BPBD dan komponen penanggulangan bencana di daerah mempersiapkan alat, perangkat dan personel untuk menghadapi potensi bencana.

Apabila daerah kekurangan dan membutuhkan peralatan, maka dapat meminta dukungan kepada BNPB. Sementara untuk jangka panjang, Kepala BNPB meminta agar tata kelola lingkungan dilakukan dengan baik agar kejadian bencana seperti banjir tidak terulang kembali.

"Indikator keberhasilan penanggulangan bencana adalah ketika kejadian bencana tidak terjadi lagi di tempat yang sama atau minimal dapat dikurangi dampaknya," tegas Suharyanto.

Masyarakat juga diimbau untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dan waspada akan potensi bahaya cuaca ekstrem.

Musim penghujan akan berlangsung hingga April 2023, masyarakat diminta memantau informasi seputar prakiraan cuaca dan penanggulangan bencana secara berkala melalui kanal resmi BNPB, BPBD, BMKG, dan pemerintah daerah setempat.