Karan Johar Merasa Bersalah dan Jadi Korban Transisi Film India yang Berubah ke Orientasi Bisnis

Karan Johar Merasa Bersalah dan Jadi Korban Transisi Film India yang Berubah ke Orientasi Bisnis
Karan Johar Merasa Bersalah dan Jadi Korban Transisi Film India yang Berubah ke Orientasi Bisnis (Foto : Instagram)

AntvSutradara kondang Bollywood Karan Johar membahas transisi industri film India yang lebih berorientasi pada bisnis, dan mengaku merasa bersalah dan menjadi korban.

Karan Johar baru-baru ini mendiskusikan lanskap pembuatan film yang terus berkembang dalam sebuah perbincangan dengan Anupama Chopra.

Karan mengekspresikan pandangannya bahwa pembuatan film kontemporer terutama didorong oleh pertimbangan-pertimbangan finansial.

Mengutip pernyataan Karan dari tahun 2012, Anupama Chopra membagikan sebuah kutipan dan mengajukan sebuah pertanyaan kepada Karan Johar.

Kutipan tersebut merefleksikan era lampau ketika para pembuat film melakukan pendekatan terhadap keahlian mereka dengan semangat dan ekspresi artistik.

Semangat itu kemudian berubah drastis dengan fokus saat ini pada angka box office, perputaran keuangan, dan bayaran aktor.

Menanggapi hal ini, Anupama bertanya tentang menghidupkan kembali gairah untuk membuat film.

Karan Johar mengakui pergeseran ini dan menyatakan bahwa ia tidak tahu bagaimana cara memulai gerakan tersebut dan tidak tahu dari mana harus memulainya.

Bahkan Karan Johar sendiri merasa dirinya dianggap sebagai korban dari gerakan ini dan juga bertanggung jawab untuk itu.

Karan Johar menyoroti transisi industri ini ke dalam pendekatan yang lebih berorientasi pada bisnis, di mana aspek-aspek keuangan menjadi tujuan.

Seperti anggaran, biaya pemulihan, dan biaya satelit lebih diutamakan daripada elemen-elemen artistik yang mendefinisikan sinema.

Karan juga berbagi pengalaman pribadinya saat menjual sebuah flat di masa lalu untuk memulihkan kerugian dari sebuah film yang dibuatnya.

Hal itu menurut Karan Johar, harus dilakukan untuk menekankan pengorbanan yang dibuat oleh para pembuat film di masa lalu.

Mengekspresikan rasa bersalah dan tanggung jawab atas keadaan saat ini, Karan Johar mengakui tantangan untuk mengembalikan semangat dan esensi artistik yang menjadi ciri khas dari pembuatan film di masa lalu.