The Day of Reckoning, Perang Bintang di Riyadh, Sabtu, 23 Desember 2023

Day of Reckoning, Perang Bintang di Riyadh, Sabtu, 23 Desember 2023 (Foto : Kolase Istimewa)

Oleh:
M. Nigara
Wartawan Tinju Senior
Komentator tvone
Bagian-1

Antv - PERANG besar akan segera terjadi di kota Riyadh, Arab Saudi. Empat kekuatan besar, sudah bersiap-siap untuk saling menyerang. Tak kepalang, perang ini melibatkan para bintang.

Bukan, bukan perang antara Israel dengan Palestina. Bukan juga antara IDF dan Hamas. Tidak melibatkan tank,  roket, dan sejenisnya.

Tidak menyerang pemukiman, rumah sakit, dan tidak menewaskan masyarakat sipili, apalagi anak-anak serta kaum wanita sebagaimana yang dilakukan kaum Zionis Israel, pimpimnan Benjamin Netanyahu yang biadab.

Ya, ini perang yang berbeda jauh dengan perang-perang konvensional. Meski judulnya the Day of Reckoning (Hari Perhitungan), sekali lagi ini perang yang sangat berbeda.

Dua mantan juara dunia kelas berat, WBA, IBF, WBO, dan IBO, Anthony Joshua (29 (23)- 3-0)   akan berperang melawan Otto Wallin (28 (14)- 1- 1) dan Deontay Wilder (46 (42)- 2-1), mantan juara WBC  berperang dengan Joseph Parker (36 (23)- 3- 0).

Dua bintang lainnya, Jai Opetaia (23 (18)- 0- 0), juara dunia Cruisrrweight WBO akan ditantang oleh Ellis Zorro (17 (7)- 0- 0), dan intang terakhir Dimitry Bivol (21 (11)- 0- 0), juara dunia Light Heavyweight akan berlaga dengan  Lyndon Arthur (24 (16)- 1- 0).

Masih ada petarung-petarung lain yang akan ikut berperang, semua  berada di kelas Heavyweight: Daniel Dubois vs Jarrell Miller, Arslanbek Makhmudov bertemu dengan Agit Kabayel, Frank Sanchez vs Junio Fa, terakhir Filip Hrgovic melawan Mark Di Mori.

Perang bintang akan berlangsung di Kingdom Arena, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (23/12/23). Kabarnya, dari 26 ribu kapasitas Kingdom Arena, semua tiket sudah terjual habis.

Tidak Cari Untung

Yang paling unik, meski bayaran untuk Anthony Joshua telah memecahkan rekor bayaran di tinju dunia, Sultan Turki Abdul Muhsen Al-Alshikh mengaku tidak mengejar keuntungan.

Meski demikian, Al-Alshikh yang tak lain adalah seorang penasehat penting di Kerajaan Arab Saudi, merangkap sebagai Menteri dan Ketua Otoritas Umum untuk Hiburan, tetap menjamin keuntungan untuk dua partnernya DAZN-Matchroom Sport dan Queensberry Promotions.

Tengok saja harga tiket dan Pay PerView (PPV). Jika laga digelar di Las Vegas, kisaran tiketnya bisa gila-gilaan. Sebagai contoh, saat Mayweather vs Pacquiao (2/5/2015) di MGM Grand, Las Vegas, Nevada, Amerika, tiket termurah menurut situs TMZ, 7.850 atau setara Rp 100 jutaan. Dan termahalnya sampai Rp 1 miliar. PPV nya persambungan 99, 90 dolar.

Tapi di Kingdom Arena, kisarannya antara 38 pound (Rp 741 ribu) hingga 78 pound (Rp 1,5 juta) saja. PPV sendiri  dijual dengan harga seadanya. Untuk wilayah Amerika, Rp 620 ribu/sambungan. Di Inggris Rp 390 ribu, dan untuk negara-negara lain Rp 341 ribu saja.

Bagi Alalshikh, pertarungan itu lebih penting ketimbang bisnisnya. Sebagai menteri yang membidani hiburan, tampaknya ia ingin membuka wacana agar orang yang datang ke Arab Saudi tidak hanya untuk kepentingan ibadah, tetapi juga ada sisi hiburannya.

Hebatnya Eddie Hearn dan Frank Warren hanya senyum-senyum saja melihat strategi sang sultan. Mereka dipastikan hanya mengeluarkan uang seadanya. Petinju-petinju mereka bergelimangan bayaran. Dan keduanya, dijamin keuntungannya.