Jusuf Kalla: Ada Pengusaha Ingkar Janji Bantu Korban Gempa

Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto:Viva.co.id) (Foto : )

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan ada pengusaha ternama di Indonesia yang ingkar janji membantu korban gempa, terutama di Lombok Nusa Tenggara Barat dan Palu, Sulawesi Tengah.  Siapa nama pengusaha itu? newsplus.antvklik.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan ada pengusaha nasional yang ingkar janji membantu rekonstruksi pemulihan pasca bencana.Seperti dilansir Antara, JK menyebut pengusaha ternama itu sudah mendapat Bintang Mahaputera Narara dari Presiden Joko Widodo pada tahun lalu."Ada tokoh pengusaha yang sudah dapat Bintang (Mahaputera Naraya), kemana-mana karena isu hebat menderma, yang janji kiri kanan tapi tak ada realisasinya. Sudah janji (bangun) 1.500 rumah, yang diakuinya cuma 100,"  kata JK dengan nada kesal.Wapres JK membuka kelakuan pengusaha itu lantaran mendapat surat dari Gubernur Nusa Tenggara Barat yang mengeluhkan rekonstruksi pasca bencana terhambat. Ini terjadi karena ada pengusaha yang tidak memenuhi janjinya."Di NTB lebih parah lagi. Orang sudah dielu-elukan karena merasa hebat menyumbang kiri-kanan, mau ajukan rumah, ajukan apa? Disambut oleh gubernur, panglima. Aduh itu bohong semua. Merasa hebat tapi tak ada buktinya," kata JK lagi.Menurut JK, keluhan serupa juga disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola. Oleh karena itu Jk mengingatkan kepada jajarannya danjuga kepala daerah terdampak bencana agar tak lekas percaya janji manis pengusaha.Wapres juga mengingatkan kepada pengusaha agar tidak mengobral janji hanya demi mengejar penghargaan dari Presiden."Peringatan juga pada pengusaha yang suka janji kiri-kanan, merasa langsung dikasih Mahaputra, padahal tidak ada hasilnya, nol," tambah JK.Sejumlah pengusaha memang pernah mendapat penghargaan Mahaputera Naraya. Seperti kepada pengusaha Dato Sri Tahir pada 15 Agustus 2018 dan Sofjan Wanandi pada 15 Agustus 2019.Namun dalam laporan sejumlah media, Dato Sri Tahir pernah berkomitmen untuk membantu rekonstruksi pasca gema di Lombok. Pendiri Grup Mayapada itu mengatakan, akan menyumbang Rp45 miliar untuk pembangunan kembali 1.500 rumah. Sumber: Antara