Timnas Argentina Sepertinya Punya Kans Lebih Baik Tanpa Messi

Lionel Messi meratapi kekalahan 1-3 Timnas Argentina dari Timnas Venezuela di laga comebacknya (Foto : )

Lionel Messi terus dikritik karena tak kunjung memberi prestasi pada Argentina, karena catatan pribadi Messi di Barecelona begitu mentereng dengan memenangi 33 gelar dan lima trofi Ballon d'Or dalam 15 musim berseragam Barcelona, namun. Messi hingga kini belum pernah mempersembahkan gelar mayor untuk Argentina.

newsplus.antvklik.com - Prestasi terbaiknya adalah juara Olimpiade 2008 dan menjadi runner-up Piala Dunia 2014, Copa America 2015, serta Copa America Centenario 2016. Kritikan dan ancaman pembunuhan pada sang superstar kembali datang setelah dia gagal mengantar Argentina menang atas Venezuela pada laga uji coba di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Jumat (22/2/2019). Argentina bersama Messi kalah 1-3.

Dalam laga itu, Messi main penuh selama 90 menit. Padahal Messi baru saja comeback bersama  Argentina, atau 265 hari setelah Argentina dikalahkan Prancis 4-3 pada babak 16 besar di Piala Dunia 2018 Rusia. Dan yang tidak habis pikir tanpa Messi yang tengah dibekap cedera pangkal paha, Tim Tango meraih kemenangan 1-0 kontra Maroko, di Tangiers, tiga hari setelahnya. Hal itu pulalah yang akhirnya menguak pendapat banyak orang tentang sisi positif ketiadaan Lionel Messi di skuat Argentina.

Sejak Messi absen pasca Piala Dunia, Argentina telah memainkan enam laga uji coba, hasilnya, Argentina mengemas empat kemenangan dan sekali imbang, seluruhnya diwarnai catatan tanpa kebobolan alias clean-sheet, dan hanya sisa satu partai yang berujung kekalahan, yakni dari Brasil, dalam duel eksibisi bergengsi Superclasico de las Americas, Oktober lalu di Jeddah. Selain itu, ketiadaan Messi juga perpengaruh dengan perkembangan pemain lain, serta distribusi gol yang lebih merata.

Dalam enam pertandingan tersebut, Tim Tango menceploskan 11 gol, dengan satu di antaranya berasal dari bunuh diri pemain Meksiko, Isaac Brizuela, dan di antara 10 gol yang dilesakkan pemain Argentina, seluruhnya dicetak oleh 10 pemain berbeda.

Hal itu bisa dijadikan bukti ketiadaan Lionel Messi justru membuat para pemain berkontribusi untuk mencetak gol bagi tim. Skuat menjadi lebih kolektif ketimbang hanya mengandalkan Messi sebagai pusat permainan.

Bahkan dua bintang lini depan, Dybala dan Icardi, baru berkembang dengan mampu menciptakan gol debut buat Argentina ketika Lionel Messi absen. Makanya, tak heran apabila beberapa pihak menilai kehadiran superstar berusia 31 tahun itu justru membuat para penyerang lain terhambat perkembangannya. Betul, Leo luar biasa dengan bola, namun Messi tidak menunjukkan diri sebagai kapten ideal karena Ia sunyi dan menjaga jarak dari rekan-rekannya.