Diperingati Tiap 11 Maret, Ini Lima Tokoh di Balik Peristiwa Supersemar

Diperingati Tiap 11 Maret, Ini 5 Tokoh di Balik Peristiwa Supersemar
Diperingati Tiap 11 Maret, Ini 5 Tokoh di Balik Peristiwa Supersemar (Foto : Dok. Istimewa)

Antv – Hari Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) diperingati setiap 11 Maret setiap tahunnya. Supersemar adalah surat perintah penyerahan kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada Presiden Soeharto yang ditandatangani pada 11 Maret 1966. 

Supersemar sekaligus sebagai peralihan dari pemerintahan Orde Lama yang dipimpin Presiden Soekarno kepada pemerintahan Orde Baru oleh Presiden Soeharto. Supersemar diketahui ada dalam 3 versi.

Namun tidak satupun dari ketiga versi tersebut asli, yakni pertama versi Pusat Penerangan (Puspen) TNI AD. Lalu kedua versi Sekretariat Negara (Setneg) dan ketiga versi Akademi Kebangsaan.

Penyerahan kekuasaan ini, dilatarbelakangi oleh peristiwa pemberontakan G30S/PKI pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965. Tentara menuding Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai dalang dibalik peristiwa yang mengakibatkan terbunuhnya tujuh jenderal di Lubang Buaya.

Berikut tokoh-tokoh Supersemar yang berhasil dirangkum: 

1. Presiden Soekarno

Dalam supersemar terdapat Presiden Soekarno yang berperan sangat penting. Surat ini ditandatangani oleh beliau dengan isi mandat untuk pengambilalihan kekuasaan oleh Soeharto. 

Maka dari itu Soeharto dapat melakukan hal diluar Panglima Angkatan AD. Tanpa menggunakan surat tersebut.

2. Soeharto

Soeharto berperan dalam menerima mandat dari Soekarno. Namun Soeharto tidak hadir dalam Istana tersebut disebabkan sakit sehingga dijadikan sebagai alasan pengeluaran Supersemar ini. 

Setelah mandat diterima oleh Soeharto, maka beliau akan melakukan langkah berupa pembubaran PKI pada tanggal 12 Maret 1966. Pada akhirnya PKI dijadikan sebagai organisasi terlarang secara langsung di Indonesia. 

Kemudian 15 menteri loyalitas dari Presiden Soekarno ditangkap oleh Soeharto pada tanggal 18 Maret 1966. Lalu kontrol dan pembatasan pers dilakukan pada tanggal 22 Maret 1966. 

3. Brigjen Amirmachmud

Dikala itu panglima Kodam Jaya Jakarta memang dijabat oleh Brigjen Amirmachmud. 

Pada tanggal 11 Maret 1966 terdapat rapat yang dihadiri oleh Brigjen Amirmachmud untuk menandatangani Supersemar dan bertemu dengan Presiden. Namun beliau terkejut karena seakan-akan isi surat tersebut ialah penyerahan kekuasaan.

4. Brigjen Andi Muhammad Jusuf Amir

Peran beliau ialah menerima dan memberikan Supersemar kepada Soeharto. Di kala itu Menteri Perindustrian Dasar dijabat oleh M. Jusuf.

5. Mayjen Basuki Rachmat

Tokoh saksi kunci ketika Supersemar. Lantaran pada saat itu ia memegang naskah Supersemar dan diberikan langsung oleh Soeharto.