Minyak Goreng Bekas Sebaiknya Dipakai Berapa Kali?

Minyak Goreng
Minyak Goreng (Foto : Pixabay)

Antv –Minyak goreng adalah salah satu bahan dasar untuk kebutuhan di dapur. Meskipun saat ini harga minyak goreng melambung tinggi, alangkah baiknya jika tidak digunakan berulang kali, meskipun dengan alasan untuk menghemat.

Karena, penggunaan minyak goreng bekas secara berulang akan menurunkan kualitas minyak goreng itu sendiri menjadi buruk.

Menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang dengan alasan menghemat bukanlah solusi, karena kamu justru akan merogoh kocek lebih banyak ketika kesehatanmu terganggu. Jadi berapa kali idealnya minyak goreng digunakan?

Dilansir dari laman Straits Times, Rabu, 31 Agustus 2022 seseorang harus menghindari penggunaan kembali minyak lebih dari dua kali. Menggunakan kembali minyak terlalu sering dapat meningkatkan paparan radikal bebas, yang dapat menyebabkan kerusakan sel, kata Chia, yang merupakan ahli diet utama di Raffles Diabetes & Endocrine Center.

"Vitamin dan antioksidan yang peka terhadap panas akan berkurang setelah digunakan," katanya.

Chia menyarankan untuk memeriksa warna minyak sebelum digunakan kembali. Buang jika warna minyak berubah menjadi gelap atau hitam. Minyak juga harus dibuang jika baunya tengik atau teksturnya berubah menjadi kental dan lengket.

 Setelah digunakan untuk menggoreng, biasanya minyak bekas terdapat remahan-remahan sisa masakan. Cara menghilangkannya adalah dengan menggunakan saringan atau kain tipis. Biarkan minyak goreng mendingin sebelum disimpan dalam wadah kedap udara serta jauhkan dari paparan udara dan cahaya.

Tak hanya minyak goreng, metode penyimpanan seperti ini biasanya juga berlaku untuk menyimpan minyak kacang, jagung, bunga matahari, biji anggur atau zaitun.

img_title
Minyak Goreng. (Foto : Pixabay)

Namun, titik asap minyak juga berpengaruh pada berapa banyak kamu bisa menggunakannya kembali. Titik asap mengacu pada suhu di mana minyak mulai panas dan cepat rusak. Titik asap berkurang setiap kali minyak digunakan kembali.

Hanya minyak dengan titik asap lebih tinggi lah yang dapat digunakan kembali, kata Chia. Minyak zaitun extra virgin, misalnya, memiliki titik asap yang rendah, dan tidak direkomendasikan untuk digunakan kembali karena mungkin ada paparan bahan kimia berbahaya.

Chia mengatakan, ketika memilih minyak, pikirkan suhu yang dibutuhkan untuk menyiapkan makanan, dan rasa yang  diinginkan dari makanan. Gunakan hanya satu atau dua jenis minyak pada satu waktu, agar tetap segar. Panas, ringan dan  paparan udara dapat menyebabkan minyak menjadi tengik atau terasa tidak enak.