INI Bukti Baru Kekejian Tersangka Yudha Arfandi saat Menendang Dante Setelah Ditenggelamkan 12 Kali

INI Bukti Baru Kekejian Tersangka Yudha Arfandi saat Menendang Dante Setelah Ditenggelamkan 12 Kali
INI Bukti Baru Kekejian Tersangka Yudha Arfandi saat Menendang Dante Setelah Ditenggelamkan 12 Kali (Foto : VIVA.co.id)

Antv – Sebuah tragedi mengerikan melanda keluarga aktris dan selebgram Tamara Tyasmara ketika terungkap bahwa putranya, Dante, telah menjadi korban tindakan keji Yudha Arfandi.

Kejadian ini terungkap selama rekonstruksi kasus kematian Dante, di mana Yudha Arfandi, tersangka dalam kasus tersebut, menampilkan adegan-adegan yang mengguncang.

Pada Rabu (28/2/2024), rekonstruksi kasus dilakukan di kolam renang Tirta Mas, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ayah Dante, Angger Dimas, yang hadir sebagai saksi, tidak dapat menyembunyikan kesedihan dan kekecewaannya melalui kata-kata.

Rekonstruksi tersebut mengungkapkan bahwa Yudha Arfandi melakukan 115 adegan, sebagian besar di dua lokasi, di Polda Metro Jaya dan kolam renang.

"Di Polda Metro Jaya itu merupakan tempat tinggal tersangka," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra.

Di lokasi pertama, Yudha Arfandi memperagakan 13 adegan, sementara di kolam renang, ia melakukan 102 adegan.

"Terdapat 69 adegan di mana tersangka selama 12 kali menenggelamkan korban," tambahnya.

"Jadi total adegan yang kita laksanakan sebanyak 115 adegan," jelasnya.

Di antara adegan yang dilakukan, terungkap bahwa Yudha Arfandi secara sadis menendang Dante setelah menenggelamkannya tidak kurang dari 12 kali.

Detail kekejaman ini membuat Angger Dimas tidak dapat menahan tangisnya saat menyaksikan putranya menjadi korban.

"Paling mengenaskan itu pas anak saya ditendang," kata Angger Dimas.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai adegan tendangan tersebut, Angger terlihat menahan air matanya.

Ia pun menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian dan berharap Arfandi diberi hukuman setimpal.

Angger tak mampu lagi untuk banyak menjawab pertanyaan awak media.

"Saya butuh waktu ya, maaf," kata Angger Dimas lagi.

Tamara Tyasmara, ibu Dante, yang hadir dan ikut menjalani rekonstruksi, malah tampak santai saat menyaksikan adegan-adegan yang mengerikan.

Kuasa Hukum Yudha Arfandi, Elfriandi, menyatakan bahwa tidak ada niat jahat dari kliennya untuk membunuh Dante.

Menurutnya, pelatihan renang yang diberikan Arfandi kepada Dante juga diberikan kepada anaknya sendiri, namun fisik Dante terlihat jauh lebih lemah dalam situasi ini.

"Kita bisa lihat bahwa tidak ada niat 338 atau 340," jelasnya.

"Iya, cuma memang fisik anaknya jauh lebih kuat saya lihat,"tandas Andi.

Kejadian ini menimbulkan kecaman publik yang besar, dengan banyak pihak yang menuntut agar Yudha Arfandi mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

Sedangkan Angger Dimas, ayah Dante, menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian, sambil berharap bahwa keadilan akan segera tercapai.

Kasus ini bukan hanya sebuah tragedi bagi keluarga Dante, tetapi juga menjadi cerminan kekejaman yang tidak dapat diterima dalam masyarakat kita.