Keluarga Korban Penganiayaan di Kantor BKD Provinsi Lampung Beberkan Sadisnya Aksi Pelaku

Keluarga Korban Penganiayaan Beberkan Sadisnya Aksi Pelaku
Keluarga Korban Penganiayaan Beberkan Sadisnya Aksi Pelaku (Foto : antvklik-Pujiansyah)

AntvKeluarga korban penganiayaan antara staf dan atasan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung membeberkan sadisnya aksi pelaku berdasaran kronologi peristiwanya.

Edi Sahri, paman dari salah satu korban bernama AF, menceritakan kejadian penganiayaan terjadi pada Selasa (8/8/2023) malam.

Saat itu, ada enam staf BKD Provinsi Lampung yang dimasukan di salah satu ruang kepala bidang di kantor tersebut.

Dugaan sementara, keenam staf itu dianiaya karena mangkir dari sebuah kegiatan.

"Ada enam, salah satunya keponakan saya," kata Edi Sahri, Rabu (9/8/2023).

Enam staf itu terdiri dari satu perempuan dan lima laki-laki. Staf perempuan hanya menerima ancaman saja. Namun, staf laki-laki dikatakan menerima penganiayaan.

Adapun oknum yang melakukan penganiayaan berjumlah 8-10 orang. "Sekitar 8-10 orang, dianiaya pakai tangan, pakai kaki, juga pakai sepatu," beber Edi.

Dari seluruh korban yang mengalami penganiayaan, lanjut Edi, keponakannya yang mengalami luka cukup parah.

"Dari semuanya, memang keponakan saya yang paling parah kondisinya," terus dia.

Dia meneruskan, sejumlah korban penganiayaan juga ditutup matanya saat kejadian itu berlangsung.

Sehingga, tidak diketahui bagaimana detail penganiayaan itu oleh korban. "Memang benar sampai ditutup matanya," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang terhimpun hingga Rabu (9/8/202), dugaan penganiayaan terjadi pada Selasa (8/8/2023) malam di lingkungan kantor BKD Provinsi Lampung.

Adapun, korban mendapat penganiayaan dari atasannya di BKD Provinsi Lampung, yang menjabat sebagai kepala bidang. Korban telah melakukan pelaporan ke aparat kepolisian setempat mengenai peristiwa tersebut.

Pelaporan dilakukan di Polresta Bandar Lampung, nomor laporan LP/ B / 1160 / VIII / 2023/ SPKT / POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG. Pelaporan dibuat pada tanggal 09 Agustus 2023.