Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah Warga di Temanggung

Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah Warga di Temanggung
Puting Beliung Hancurkan Puluhan Rumah Warga di Temanggung (Foto : antvklik-Purnomo Gujiih)

AntvPuluhan rumah warga di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah rusak berat akibat diterjang angin puting beliung, yang menerjang pada Jumat petang (17/3/2023).

Angin puting beliung memporak-porandakan puluhan rumah warga dan atap sebuah masjid di Temanggung, Jawa Tengah. 

Dari video yang diabadikan warga pasca terjadi puting beliung, terlihat atap bangunan rumah menimpa mushola dan tersangkut kabel listrik karena terbawa angin. 

Warga dibantu petugas dari bpbd setempat gotong royong melakukan evakuasi puing-puing atap rumah yang rusak dan berserakan.

Musibah angin puting beliung yang menerjang Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Jumat petang itu juga mengakibatkan puluhan rumah milik warga rusak parah.

Seperti di Desa Gilingsari, Kecamatan Temanggung, terdapat lima rumah, satu mushola dan satu tempat usaha rusak parah karena atap terbawa angin.

Petugas masih melakukan pendataan dan dari data sementara, tercatat 25 rumah di tiga kecamatan terdampak angin puting beliung mengalami kerusakan. 

Kecamatan Bulu terdapat 2 titik, Kecamatan Kandangan 3 titik dan kecamatan temanggung sebanyak 1 titik.

"Peristiwa itu terjadi saat hujan deras dan disertai angin kencang pada Jumat sore (17/3/2023). Angin tersebut mengangkat atap rumah warga dan terbawa sejauh kurang lebih 300 meter dan menimpa bangunan mushola dan kabel listrik. Selain itu, puting beling juga merobohkan sejumlah pohon. Kerusakan didominasi pada bagian atap," beber Priyo Harjanto, Kasi Dalops BPBD Temanggung, Jumat (17/3/2023).

Pasca puting beliung menghilang, warga dibantu dengan petugas dari BPBD setempat masih melakukan pembersihan material rumah yang berserakan. 

Tidak ada korban atas kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kini para korban berharap kepada pemerintah Kabupaten Temanggung agar memberikan bantuan atas terjadinya bencana angin puting beliung tersebut.