Seorang Tewas Akibat Banjir di Hulu Sungai Tengah Kalsel

banjir hulu sungai tengah kalsel
banjir hulu sungai tengah kalsel (Foto : )
Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Akibatnya seorang warga tewas dan 366 KK terdampak banjir.
Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan pada Rabu, (17/8/2022). Akibat dari kejadian ini, satu orang warga Desa Tilahan dilaporkan meninggal dunia terseret arus banjir.Banjir dipicu curah hujan tinggi di wilayah pegunungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan mengakibatkan banjir di empat desa yakni Desa Aluan dan Aluan Besar Kecamatan Batu Benawa, Desa Haruyan Kecamatan Haruyan dan Desa Tilahan Kecamatan Hantakan. Sebanyak 366 unit rumah warga terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 5 hingga 30 sentimeter.Mengutip keterangan BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah melaporkan sebanyak 366 Kepala Keluarga (KK) atau 1.072 jiwa terdampak akibat banjir, dan 4 KK diantaranya mengungsi ke tempat yang lebih aman.Pada saat kejadian, BPBD dan tim gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan assesmen, evakuasi dan menyiapkan peralatan penanganan darurat.Kondisi terkini di lokasi kejadian, banjir telah surut dan para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing pada Kamis (18/8/2022). Namun petugas terus memantau dan siap siaga jika terjadi banjir susulan.Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman websitenya mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Selatan.BMKG juga memberikan peringatan dini waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada siang atau sore hari di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, Tanah Bumbu, Kotabaru dan sekitarnya pada Kamis, (18/8/2022).Sementara melalui kajian risiko bencana Inarisk, wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah memiliki risiko bahaya banjir sedang hingga tinggi pada 11 kecamatan dengan luas bahaya 56.444 hektar.Menanggapi potensi bencana tersebut, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan ancaman bencana banjir susulan, khususnya bagi warga yang bermukim di sekitar sungai.Untuk kesiapsiagaan, ketika hujan dengan itensitas tinggi terjadi terus menerus selama durasi satu jam, masyarakat di daerah rawan banjir untuk mempersiapkan diri dan melakukan evakuasi ke tempat aman.Kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama diharapkan dapat meningkatkan ketahanan terhadap bencana disekitar kita dan mengurangi jatuhnya korban jiwa.