Terbakar Hebat, Kilang Minyak Balongan Diperkirakan Normal Empat-Lima Hari

Menteri ESDM: Dipastikan, Kebakaran Tangki Kilang Balongan Sudah Padam
Menteri ESDM: Dipastikan, Kebakaran Tangki Kilang Balongan Sudah Padam (Foto : )
PT. Pertamina (Persero) memperkirakan operasi kilang minyak milik Pertamina RU (Refinery Unit) IV Balongan di Kab. Indramayu, Jawa Barat (Jabar) kembali normal di empat hingga lima hari ke depan.
Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono mengatakan, hingga saat ini masih dalam proses pemadaman. Untuk sementara perlu diberlakukan langkah normal shutdown dulu.“Sambil menunggu proses pemadaman. Kira-kira mungkin 4 atau 5 hari mudah-mudahan (kilang minyak) bisa normal," kata Mulyono dalam konferensi pers virtual, Senin (29/3/2021).Ia menambahkan, akibat kebakaran yang terjadi di tangki T-301G kilang tersebut berpotensi mengakibatkan Pertamina dapat kehilangan suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 400 ribu barel.“Kira-kira kehilangan produksi yang tidak bisa di-supplai dari kilang (Balongan/Indramayu) sekitar 400 ribu barel," jelasnya“Tidak perlu panik karena stok sangat banyak, sangat berlebihan, ini juga dipengaruhi karena kondisi belum sepenuhnya normal sehingga konsumsi juga belum begitu baik jadi stok nya masih sangat tinggi," terangnya.Mulyono memastikan stok BBM nasional aman mulai dari gasoline, solar hingga avtur. Stok gasoline tersedia sekitar 10,5 juta barel. Stok sebanyak itu cukup untuk memenuhi kebutuhan gasoline sekitar 27-28 hari ke depan.Dia menjelaskan, stok BBM solar tersedia sekitar 8.8 juta barel, cukup untuk kira-kira 20 hari ke depan. Sedangkan Avtur sekitar 3.2 juta barel, cukup sampai 74 hari konsumsi.Sementara itu, stok BBM untuk area di sekitar Balongan sementara akan disuplai dari Kilang Cilacap, Jawa Tengah dan juga dari Kilang TPPI.Kedua kilang itu bisa dinaikkan produksinya, yang mana Kilang Cilacap bisa dinaikkan sampai 300 ribu barel, sedangkan untuk Kilang TPPI bisa sampai 500 ribu barel.