Kontrak Cerdas Arema FC Antisipasi Ketidakpastian Lanjutan Liga 1 2020

Ketum PSSI Tunggu Respon Positif Kepolisian Soal Kepastian Kompetisi
Ketum PSSI Tunggu Respon Positif Kepolisian Soal Kepastian Kompetisi (Foto : )
Kontrak cerdas Arema FC antisipasi ketidakpastian lanjutan Liga 1 2020. Manajemen Arema FC tidak perlu memperpanjang kontrak pemain di akhir tahun 2020.
Manajemen Arema FC melakukan langkah cerdas untuk menyiasati ketidakpastian kelanjutan kompetisi Liga 1 musim 2020. Kompetisi yang sempat dihentikan pada pertengahan Maret 2020 tersebut sebelumnya sudah diundur menjadi 1 Oktober 2020.Namun dua hari sebelum lanjutan kompetisi Liga 1 sempat digelar 1 Oktober 2020, PSSI mengumumkan kompetisi batal diselenggarakan dan harus ditunda kembali karena tidak mendapat ijin dari pihak Kepolisian. Akhirnya PSSI dan rapat Exco memutuskan untuk menunda kelanjutan kompetisi Liga 1 mulai Februari tahun depan.Meski demikian kepastian untuk bisa menggelar lanjutan kompetisi Liga 1 musim 2020 mulai Februari tahun 2021 juga masih diawang awang. Keputusan akhir tetap ditangan pihak kepolisian.Masalah besar bagi setiap klub anggota Liga 1 tidak lain adalah kontrak pemain yang rata rata berakhir pada Desember 2020. Karena kompetisi Liga 1 musim 2020 seharusnya sudah berakhir Desember. Namun Arema FC tidak terlalu pusing dengan masalah kontrak pemainnya.Manajemen Arema FC melakukan kontrak cerdas dengan para pemainnya saat perpanjangan kontrak beberapa bulan yang lalu. General Manager Arema, Ruddy Widodo sudah melakukan renegosiasi kontrak lama dengan kontrak baru sesuai keputusan PSSI. Kontrak pemain akan berakhir diakhir musim kompetisi berjalan.Hal ini membuat Ruddy Widodo tenang demikian pula para pemain juga merasa tenang karena selama musim kompetisi Liga 1 2020 belum berakhir, berarti statusnya sebagai pemain Arema masih tetap berjalan. Win win solutions inilah yang menjadi rahasia kontrak cerdas Singo Edan dan para pemainnya.Manajer berkaca mata itu menggunakan Surat Keputusan PSSI mengenai kontrak pelatih dan pemain klub peserta Liga 1 2020 dimasa Pandemi Covid-19 sebagai landasar dasarnya yang kuat. Ruddy Widodo melihat jauh ke depan karena kompetisi Liga 1 kali ini dipastikan molor hingga pertengahan tahun 2021 mendatang. Sementara PSSI menggantungkan nasibnya kepada keputusan akhir dari pihak kepolisian untuk bisa menggelar kompetisi.Menurut Ruddy Widodo, SKEP PSSI itu sudah cukup kuat untuk menjadi landasan dasar. Hal itu sudah sesuai dengan tujuan dibuatnya untuk melindungi klub maupun pelatih dan pemain.“Liga yang akan dimulai lagi Februari ini kan masih lanjutan yang sebelumnya tertunda hampir satu tahun. Namanya lanjutan, saya pikir tak perlu negosiasi kontrak lagi. Prosentase gaji mereka kan juga sudah diatur dalam SKEP PSSI,” kata Ruddy.Kebanyakan, kontrak para pemain lokal Arema berakhir pada Februari 2021 mendatang, kecuali yang terikat kontrak jangka panjang. Namun, Ruddy Widodo menjelaskan, dengan molornya Liga 1 2020, durasi kontrak itu otomatis menyesuaikan. Karena itu tanpa renegosiasi kontrak baru Arema, durasi kontrak pemain otomatis menyesuaikan hingga kompetisi Liga 1 musim 2020 berakhir.Masa berakhirnya kontrak pelatih dan pemain Arema, utamanya yang baru bergabung musim ini kebanyakan berbunyi hingga akhir musim. Mengacu pada renegosiasi kontrak pada Agustus-September 2020 lalu, harusnya kontrak mereka berakhir pada Februari 2021 lantaran awalnya menyesuaikan dengan akhir Liga 1 2020.“Durasi kontrak pelatih dan pemain Arema otomatis mengikuti jadwal kompetisi. Kapan kompetisi lanjutan ini berakhir, maka kontrak mereka juga berakhir,” imbuh pria asal Madiun itu.