Pembakaran Mushaf Al Quran, Polisi TNI dan MUI Minta Warga Lahat Tetap Tenang

Pembakaran Al Quran, Polisi TNI dan MUI Minta Warga Lahat Tetap Tenang
Pembakaran Al Quran, Polisi TNI dan MUI Minta Warga Lahat Tetap Tenang (Foto : )
Newsplus.antvklik.com
- Pasca temuan pembakaran 20 Mushaf Al Quran di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Polisi, TNI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) langsung menggelar pertemuan dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam setempat.Pertemuan digelar di aula kantor MUI yang berada di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hadir dalam pembicaraan ini, Ketua MUI Langkat Buya Ahmad Mahfuz, Kapolres Langkat AKBP Dody Hermawan, Dandim 0203 Langkat Letkol Infantri Samsul Alam dan sejumlah pengurus Ormas Islam.“Alhamdulillah kami sudah sampai ke lokasi kejadian dan kami sudah menyatakan mari kita sama-sama berusaha, menyerahkan masalah ini kepada pihak Polres Langkat. Saya ajak pengurus dan rekan-rekan MUI sama-sama berdoa semoga masalah ini cepat teratasi dan diselesaikan, tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan di tengah-tengah masyarakat dalam situasi dan keadaan hari ini,” tutur Ketua MUI Langkat, Buya Ahmad Mahfuz.Dalam pertemuan ini, sejumlah Ormas Islam meminta kepada kepolisian agar segera mengungkap siapa pelaku pembakaran 20 Mushaf Al Quran. Sebab pelaku diduga sudah merencakan aksi tersebut, menyusul ditemukannya botol bekas minyak yang digunakan pelaku untuk membakarnya.Peristiwa pembakaran Mushaf Al Quran di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, berawal dari beredarnya video berdurasi 13 detik di media sosial dan youtube, yang  diunggah pada Senin (24/12) malam lalu. Dalam video, seorang warga menemukan Al Quran yang sudah terbakar dan hanya bisa menyelamatkan dua Mushaf Al Quran yang tersisa.Kepala Kepolisian Resort Langkat AKBP Doddy Hermawan mengatakan polisi sudah memeriksa 10 orang saksi.“Kami sudah mengambil keterangan 10 orang saksi dalam rangka mencari pelaku pembakaran terhadap Mushaf Al Quran ini. Kami menghimbau tokoh masyarakat dan agama, ulama, Dandim dan Pemerintah Kabupaten Lahat untuk bekerjasama dalam menjaga situasi aman dan tertib di Kabupaten Langkat dan tidak terprovokasi oleh orang-orang yang berusaha memancing di air keruh, memancing situasi yang sudah aman ini menjadi rusuh,” jelas Doddy.Dody menambahkan dirinya belum bisa menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap 10 orang saksi karena masih dalam proses pengambilan keterangan. Laporan Taufik Hidayat dari Langkat