Begini Alasan Pemerintah Iran Menyita Kapal Tanker Korsel

kapal tanker disita irna2 (Foto : )

Kapal tanker Korsel disita Iran saat melintasi Teluk Persia. Dalam kapal itu terdapat ABK Indonesia. Teheran mengungkap alasan menyita kapal itu. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memastikan telah menyita kapal tanker Hankuk Chemi berbendera Korsel.Kapal itu disergap Angkatan Laut IRGC saat melintasi perairan Teluk Persia pada Senin (4/1/2021). Ketika itu kapal sedang dalam pelayaran dari Jubail, Arab Saudi ke Uni Emirat Arab.Seperti dilansir kantor berita IRNA,  pihak IRGC menyebut, penyitaan dilakukan karena kapal itu sudah melanggar protokol lingkungan.Kapal Hankuk Chemi diketahui  membawa 7.200 ton bahan kimia,  kemudian diarahkan ke Bandar Abbas, dan akan ditangani oleh pejabat hukum setempat.Pihak IRGC juga mengatakan, penyitaan kapal tanker tuntas dilakukan pada 10 pagi waktu setempat, sesuai permintaan dari Organisasi Pelabuhan Maritim Iran. Berita terkait: Kapal tanker Korsel disita, ada ABK WNI Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan, pihaknya serius dalam menangani kasus pelanggaran protokol lingkungan yang dilakukan oleh kapal tanker minyak Korea Selatan.Saaed memastikan, Teheran akan bereaksi dalam kerangka hukum yang berlaku.[caption id="attachment_421747" align="alignnone" width="900"] Detik-detik saat kapal tanker dipepet kapal patroli AL Iran (Foto; Yonhap)[/caption]Menurutnya, berdasarkan laporan awal pejabat setempat, penyebab insiden itu bersifat teknis. Insiden serupa juga pernah terjadi di perairan Iran dan negara-negara lain.Saaed menambahkan, perkembangan lebih lanjut soal penyitaan kapal tanker Korsel akan disampaikan kemudian.Sementara Kantor Berita Yonhap melaporkan, ada 20 awak kapal di kapal itu. Mereka terdiri dari lima warga Korsel, 11 warga Myanmar, 2 warga Indonesia, dan 2 warga Vietnam.Operator kapal tanker itu, DM Shipping, membantah tudingan kapal mereka telah mencemari laut Teluk Persia.Seorang pejabat DM Shipping menyebut, tentara Iran menghubungi kapal saat sedang berlayar di laut lepas. Saat itu tidak ada polusi atau pencemaran laut  yang ditimbulkan. IRNA, Yonhap