Warga Magetan Temukan Jenazah Laki-laki Hanyut di Sungai dan Tertindih Sepeda Motor

MAYAT PRIA DIKALI (Foto : )

Sesosok mayat laki-laki dewasa, ditemukan warga tenggelam di sungai dengan posisi tertindih sepeda motornya dan gemparkan warga Magetan, Jawa Timur. Diduga korban sudah tenggelam sejak 3 hari yang lalu, dan baru diketahui saat petani membuka saluran air sungai untuk irigasi sawah. Hingga kini polisi belum bisa memastikan penyebab kematian korban, akibat kecelakaan atau korban pembunuhan.Keluarga korban ini hanya bisa menangis saat melihat Tusaji (35), warga Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, ditemukan warga dalam kondisi tewas mengenaskan tenggelam di sungai samping, sebuah pondok pesantren Hidayatul Mubtadi'in, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Sabtu (11/7/2020).Korban yang tenggelam tepat di bawah jembatan, dengan posisi masih tertindih sepeda motornya ini, seketika membuat warga desa setempat gempar. Sementara polisi yang datang ke lokasi kejadian, langsung melakukan sterilisasi dengan memasang garis polisi.Proses evakuasi korban pun dilakukan oleh petugas BPBD, dengan memakai baju pelindung diri atau APD lengkap guna menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Selang satu jam kemudian korban beserta sepeda motornya, berhasil dievakuasi petugas dibantu belasan warga desa.Sementara, menurut sejumlah saksi korban memang sering main ke tempat pondok pesantren di samping tempat kejadian perkara. Namun pengakuan keluarga, sejak tanggal 7 Juli kemarin korban tidak kunjung pulang, hingga akhirnya ditemukan tewas tenggelam disungai.Hingga kini, polisi masih belum bisa memastikan penyebab kematian korban, apakah murni kecelakaan terjatuh ke sungai lantaran lokasi memang berada di Jalan Tanjakan, atau tewas akibat korban pembunuhan. Untuk itu, polisi masih membawa mayat korban ke kamar mayat RSUD Sayidiman Magetan, guna dilakukan visum dan otopsi.Diketahui terungkapnya identitas korban, setelah warga mengenali korban sering berkunjung ke pondok. Sementara dari keterangan keluarga, sejak setahun terakhir korban memang mengalami depresi setelah diceraikan istrinya, terlebih sang anak juga dibawa istri. Miftakhul Erfan | Magetan, Jawa Timur