Perluasan Sistem Ganjil Genap, Penjualan Motor Bekas Naik 50 Persen

penjualan motor meningkat (Foto : )

Penjualan motor bekas di Jakarta Utara terus meningkat hingga 50 persen. Ini terjadi setelah adanya kebijakan perluasan sistem ganjil genap di DKI Jakarta. newsplus.antvklik.com - Para pedagang motor bekas di Jakarta Utara merasakan berkah akibat perluasan sistem ganjil genap. Mereka mengaku mulai menambah berbagai jenis sepeda motor di ruang pamer atau showroom .Ini dilakukan setelah kian tingginya minat warga yang ingin beralih menggunakan sepeda motor menyusul kebijakan perluasan ganjil genap oleh Pemerintah DKI Jakarta. Bahkan menurut para pedagang, omset penjualan mereka naik hingga 50 persen dari sebelumnya.Biasanya dalam satu bulan, satu showroom  dapat menjual 70-80 unit sepeda motor. Namun sejak perluasan sistem  ganjil genap,  kini lebih dari 100 motor yang terjual.“Alhamdulillah, ada dampak positifnya untuk pedagang motor bekas nih. Dengan adanya ganjil genap, jadi masyarakat jadi lari ke pembelian motor seken (bekas). Penjualan motor seken naik lumayan signifikan. Naiknya sekitar 50 persen dari sebelum ada ganjil-genap itu,” kata Adam, pedagang motor bekas.Seorang warga bernama Jati mengaku tertarik membeli motor bekas untuk mengantisipasi sistem ganjil genap.“Ya (tujuan membeli motor) salah satunya untuk itu (antisipasi sistem ganjil genap). Kalo motor itu kan gak kena ganjil genap. Jadi mempermudah aktifitas sehari-hari,” kata Jati.Pemerintah DKI Jakarta sedang menggelar sosialisasi perluasan sistem ganjil-genap di sejumlah ruas jalan. Pemberlakuan sistem ganjil genap akan berlaku pada September mendatang. Namun sistem ini tidak berlaku bagi kendaraan roda dua.