Salah Paham, Kelompok Perguruan Silat  Sweeping Rumah Warga

penyerangan rumah warga 1 (Foto : )

antvklik - Ratusan orang yang diduga dari salah satu perguruan silat melakukan sweeping di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu dini hari (7/8/2019)  Aksi sweeping massa ini berbuntut pada pengeroyokan warga  dan pengrusakan 20 rumah warga.  Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab aksi sweeping ini.

 Diduga kuat tindakan anarkis ini berawal dari kesalahpahaman antar pendekar dengan warga beberapa hari sebelumnya. Aksi sweeping ratusan orang yang diduga dari salah satu perguruan silat di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berujung anarkis, Rabu dini hari (7/8/2019).

Dengan membawa pentungan dan batu, massa dari berbagai daerah ini melakukan konvoi keliling kecamatan dan melakukan pengerusakan sejumlah rumah warga. Tercatat ada 20 rumah yang dirusak. Beberapa warga yang sedang melintas di jalan desa juga tidak luput dari amuk massa.

Aksi massa yang semakin beringas ini membuat polisi terpaksa mengeluarkan tiga tembakan peringatan ke udara, agar massa membubarkan diri. Seperti tak mengindahkan peringatan polisi, massa yang seluruhnya menggunakan sepeda motor ini malah menggeber-nggeber sepeda motornya di jalanan desa sambil mengejar warga yang tak bersalah tersebut.

Beruntung warga yang menjadi korban ini akhirnya berhasil diamankan pihak kepolisian. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu aksi sweeping berujung anarkis ini.

Namun warga menduga, sweeping ini berawal dari kesalahpahaman antara pendekar dengan warga, saat beberapa oknum yang diduga dari salah satu perguruan silat ini melakukan konvoi di Desa Sukorejo,beberapa hari sebelumnya. “Nggak jelas maunya apa, tiba-tiba menyerang rumah warga, kaca-kaca rumah dilempari dengan batu hingga pecah, “ ujar salah satu warga bernama Katemi.

Kepala desa Sukorejo membenarkan kalau ada salah paham warga dengan pendekar perguruan silat setempat , yang menyebabkan adanya pengrusakan rumah dan warga yang terluka. Diduga berawal dari pawai yang digelar, dak atahu apa yang dilakukan mereka,  sehari sebelumnya.