Foto Dato Sri Tahir Digendong Brimob Viral, Ini Alasan Brimob Beri Gelar

Di media sosial beredar foto Kongkomerat Sri Dato Tahir, pemilik kelompok usaha Mayapada Grup sedang digendong (Foto : )

newsplus.com- Di media sosial beredar foto Konglomerat Sri Dato Tahir, pemilik kelompok usaha Mayapada Grup sedang digendong puluhan anggota Brimob. Gaya berfoto digendong begini lajim dilakukan oleh para komandan pasukan, baik di TNI maupun Polri.Namun saat Konglomerat Sri Dato Tahir ini digendong karuan menjadi viral.Akun Dewo PB di twitter dua jam lalu mempertanyakan ini." Luar Biasa...punya prestasi apa konglomerat dato Sri tahir ini di Brimob, sampe-sampe di sanjung berlebihan seperti itu oleh Brimob,"katanya.https://twitter.com/i/status/1063285000840216576 Sebelumnya,  di lapangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok , Jawa Barat Senin 12 November 2018  10 orang secara resmi diangkat sebagai warga kehormatan     ( Wahor ) Brimob Pemberian gelar Warga Kehormatan menurut Komandan Korps Brimob Polri Irjen. Rudy Sufahriadi diberikan dalam rangka  HUT Brimob yang   ke - 73 kepada mereka yang dianggap berjasa terhadap Brimob Komandan Korps Brimob Polri Irjen Rudy Sufahriadi kepada wartawan pada saat ulang tahun Brimob ke-73 mengatakan "Kami memberikan warga kehormatan ke beberapa pati (perwira tinggi) Polri. Namun demikian ada satu pengusaha yang menjadi pertanyaan, apa yang menjadipertimbangannya”.Ia menambahkan gelar warga kehormatan tak hanya terbatas untuk anggota Polri. Sebagai contoh, satuan Brimob di daerah memberi gelar tersebut kepada bupati.Terkait pemberian penghargaan terhadap Dato Sri Tahir sebagai warga kehormatan karena kontribusinya diantaranya merehabilitasi gedung pusat pendidikan (pusdik) Korps Brimob, yang selama ini tidak terjangkau APBN.JS Prabowo mempertanyakan alasan ini. "Salah satu pertimbangan Dato Sri Tahir dianugerahi warga kehormatan Korps Brimob adalah : telah memberikan bantuan yg sgt berharga kpd Pusdik Brimob yg selama ini tdk terjangkau APBN. apakah spt ini bkn gratifikasi ?,"katanya.https://twitter.com/marierteman/status/1063305908124446720Laporan Arief Widoseno dan Jhon Bosko dari Jakarta