Defia Rosmaniar : Semoga Atlit Indonesia yang Lain Bisa Meraih medali Emas

Defia Peraih Emas Perdana (Foto : )

www.antvklik.com Defia Rosmaniar, dara kelahiran Bogor, 25 Mei 1995 sudah sejak awal memasang target medali emas untuk cabang olahraga yang digelutinya sejak bangku SMP. Defia berhasil meraih medali emas cabang olahraga Taekwondo untuk nomor individu poomsae  setelah mengalahkan atlit Taekwondoin asal Iran, Marjan Salahshouri di pertandingan final. Defia Rosmaniar menang dengan perolehan poin, 8.690 unggul dari atlet Iran yang meraih 8.470 poin.Dalam wawancara dengan Antv usai memenangkan medali emas, Defia mengaku, babak semifinal merupakan pertandingan terberat, ketika melawan atlet Korea Selatan, Yun Ji Hye. Di final Defia Rosmaniar menatap penuh keyakinan melawan taekwondoin asal Iran. Kehadiran Presiden Jokowi tidak membuat defia gugup, justru menjadi energi tersendiri. “kehadiran bapak presiden membuat saya bertambah semangat,” kata Defia. Terkait aksinya lari keliling arena dengan bendera Merah Putih, menurutnya aksi itu sudah dipersiapkan. “saya sudah niatkan sejak awal, jika mendapat medali emas akan melakukan selebrasi dengan bendera Merah Putih,” lanjut Defia.Dalam sessi Konferensi Pers dan wawancara dengan media, senyum selalu tampak di bibir defia yang mulai menekuni Taekwondo sejak tahun 2007. Senyum puas karena bisa memberikan hasil terbaik untuk tanah air dan juga ambisi pribadi dari Mahasiswi Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Jakarta untuk memberikan kado terindah di Hari Kemerdekaan RI ke-73.Perasaan senang, bangga, dan puas karena selain target pribadi tercapai, utamanya mengharumkan nama negara sehingga membuat Indonesia saat ini masuk dalam daftar salah satu negara yang berhasil meraih medali emas di Asian Games. Defia berharap kesuksesannya bisa diikuti oleh atlit Indonesia lain dari semua cabang olahraga yang diikuti Indonesia di Asian games 2018. “semoga atlit Indonesia yang lain bisa meraih medali emas, tetap yakin dan semangat bisa meraih medali, demikian Defia Rosmaniar.Laporan Wisnu Hutomo dari Jakarta