Pahami Bahayanya! Ternyata Ini 10 Dampak Tidak Makan Malam karena Sedang Diet

Ilustrasi diet tidak sehat
Ilustrasi diet tidak sehat (Foto : Freepik/ Jcomp)

Antv – Untuk mencapai berat badan yang ideal atau menjalani gaya hidup sehat, banyak orang memutuskan untuk menjalani diet.

Salah satu aspek yang sering kali diperdebatkan dalam dunia diet adalah apakah seharusnya kita makan malam atau tidak.

Banyak yang berpendapat bahwa melewatkan makan malam adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi kalori dan mencapai tujuan penurunan berat badan mereka.

Namun, apakah tidak makan malam benar-benar baik untuk kita? Dalam artikel ini, kita akan membahas dampak tidak makan malam karena sedang diet dan apakah itu tepat untuk dilakukan.

Dampak Melewatkan Makan Malam

 

img_title
Ilustrasi diet tidak sehat. (Foto: Freepik/ freepik)

 

Melansir dari Eatingwell pada Sabtu, 2 September 2023, Christy Harrison, MPH, RD, CDN, penulis Anti-Diet menjelaskan adanya dampak dari melewatkan makan.

“Dalam pandangan saya, tidak ada manfaat potensial dari puasa atau melewatkan makan, dan ada bahaya yang sangat nyata,” ujarnya.

Berikut adalah beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan jika melewatkan makan malam karena sedang diet.

1. Penurunan Berat Badan Drastis yang Tidak Sehat

Dalam beberapa kasus, melewatkan makan malam dapat membantu mengurangi kalori yang dikonsumsi sepanjang hari.

Dengan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, seseorang mungkin akan mengalami penurunan berat badan yang signifikan.

Namun, penting untuk diingat bahwa penurunan berat badan yang cepat dan drastis tidak selalu sehat. Melewatkan makan malam terus-menerus dapat menyebabkan masalah nutrisi dan kekurangan energi.

2. Malnutrisi

Melewatkan makan malam dapat mengganggu asupan nutrisi secara keseluruhan. Makan malam adalah waktu yang baik untuk mendapatkan nutrisi penting, seperti protein, serat, vitamin, dan mineral.

Ketika seseorang tidak makan malam, seseorang mungkin akan kekurangan nutrisi, yang dapat memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.

Jika seseorang tengah melakukan diet ketat yang membatasi makan malam, pastikan untuk menggantinya dengan camilan yang sehat dan bergizi.

3. Gangguan Metabolisme

Melewatkan makan malam juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh seseorang. Metabolisme adalah proses tubuh yang membakar kalori untuk menghasilkan energi.

Ketika seseorang melewatkan makan malam, tubuh akan berusaha untuk menghemat energi dengan melambatkan metabolisme.

Ini bisa menjadi kontraproduktif dalam jangka panjang karena tubuh mungkin akan menjadi lebih efisien dalam menyimpan lemak daripada membakarnya.

4. Gangguan Tidur

 

img_title
Ilustrasi gangguan tidur. (Foto: Freepik/ freepik)

 

Salah satu dampak negatif dari tidak makan malam adalah gangguan tidur. Banyak orang yang tidak makan malam merasa lapar dan gelisah di malam hari, yang dapat mengganggu kualitas tidur mereka.

Kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan rasa lapar dan keinginan untuk makan makanan berkalori tinggi di pagi hari, yang akhirnya dapat mengganggu upaya penurunan berat badan.

5. Gangguan Hormon

Tidak makan malam juga dapat memengaruhi hormon dalam tubuh. Hormon seperti insulin dan ghrelin, yang mengatur nafsu makan dan metabolisme, dapat terpengaruh oleh pola makan yang tidak konsisten.

Hal ini lama-kelamaan dapat menyebabkan fluktuasi berat badan dan masalah kesehatan jangka panjang lainnya.

6. Kecenderungan Overeating

Melewatkan makan malam dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap makan berlebihan di pagi hari atau saat makan berikutnya.

Rasa lapar yang tidak terkontrol bisa membuat seseorang cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang seharusnya, yang bisa menghambat progres diet.

 

img_title
Ilustrasi gangguan makan berlebihan. (Foto: Freepik/ Wayhomestudio)

 

7. Kecemasan

Melewatkan makan dapat berdampak serius pada kesehatan mental. Jika terlalu lama tidak makan, gula darah akan turun, memberi sinyal pada tubuh untuk mulai memproduksi kortisol.

Kortisol, yang biasa disebut hormon stres, dilepaskan untuk mencoba membantu mengatur penurunan gula darah, namun juga menciptakan respons stres dalam tubuh.

Hal ini tidak hanya membuat seseorang merasa cemas atau depresi tetapi juga murung, mudah tersinggung, dan lelah.

8. Kekurangan Energi

Menurut buku tahun 2021, Recent Developments in Applied Microbiology and Biochemistry, otak manusia benar-benar menggunakan glukosa yang berasal dari konsumsi karbohidrat.

Melewatkan makan tidak hanya berarti lebih sedikit bahan bakar untuk otak, tapi juga lebih sedikit kalori untuk digunakan oleh tubuh sehingga membuat seseorang menjadi lesu.

Dan tentu saja seseorang tidak boleh membakar kalori melalui olahraga jika melewatkan makan, karena hal itu semakin akan menyisakan sedikit kalori untuk digunakan oleh otak.

9. Gangguan Pencernaan

Melewatkan makan bisa menyebabkan mual dan diare, hingga sembelit. Menurut American Psychological Association, mirip dengan saat merasa cemas, respons stres yang dilepaskan tubuh saat terlalu lama menahan lapar dapat mengganggu sistem pencernaan.

Jika melewatkan makan dan kemudian makan berlebihan dilakukan secara terus-menerus, hal ini akan semakin mengganggu pencernaan.

Tubuh tahu persis kebutuhannya, dengan mendengarkan isyarat lapar dan kenyang serta mengonsumsi makanan nabati kaya serat akan membantu seseorang untuk memulihkan kembali sistem pencernaan yang terganggu.

10. Kenikmatan Makanan Menurun

 

img_title
Ilustrasi gangguan makan. (Foto: Freepik/ freepik)

 

Kenikmatan adalah bagian penting dari makan. Dengan melewatkan makan, seseorang akan memiliki pengalaman makan yang kurang menyenangkan dan sebatas aktivitas sehari-hari yang tidak bermakna.

Pola makan yang penuh kesadaran dan pola makan yang intuitif adalah dua hal yang telah terbukti memberikan manfaat nyata dan telah dibuktikan dalam penelitian soal kesehatan dan permasalahan diet.

Makan dengan penuh kesadaran mendorong penggunaan semua indera untuk menikmati makanan. Daripada makan sembari melakukan aktivitas lainnya, sisihkan gangguan dan fokuslah menikmati makanan yang tersaji.

Makan dengan penuh kesadaran adalah salah satu aspek dari makan intuitif, yang mengambil pendekatan yang lebih personal, mendorong seseorang untuk membuang mentalitas diet yang salah.

Makan secara intuitif mencakup mendengarkan isyarat lapar dan kenyang, tidak membatasi makanan atau kelompok makanan, menikmati makan dan mencari tahu makanan mana yang paling cocok untuk tubuh berdasarkan preferensi masing-masing.

Dampak tidak makan malam karena sedang diet tidak selalu jelas dan tergantung pada konteks individual setiap orang.

 

img_title
Ilustrasi diet. (Foto: Freepik/pereslavtseva)

 

Dalam beberapa kasus, melewatkan makan malam dapat membantu mengurangi kalori dan mendukung penurunan berat badan.

Namun, penting untuk diingat bahwa melewatkan makan malam secara teratur dapat memiliki dampak negatif pada asupan nutrisi, metabolisme, pola tidur, hormon, dan masih banyak lagi.

Sebaliknya, jika seseorang ingin menjalani diet yang sehat dan berkelanjutan, pertimbangkan untuk memasukkan makan makan yang seimbang dan bergizi ke dalam pola makan harian.

Pilihlah makanan yang rendah kalori dan tinggi nutrisi, serta pantau ukuran porsi masing-masing. Ingatlah bahwa setiap tubuh berbeda, jadi konsultasikan dengan seorang profesional kesehatan atau ahli gizi sebelum membuat keputusan penting tentang diet yang akan dilakukan.

Dan yang terpenting, fokuslah pada pola makan yang seimbang, aktifitas fisik yang cukup, dan perubahan gaya hidup yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan kesehatan dan mendapatkan berat badan yang ideal.