5 Bahan Alami untuk Mengobati Diare, Pisang Salah Satunya

Ilustrasi buang air besar
Ilustrasi buang air besar (Foto : Pixabay/istock)

AntvDiare merupakan kondisi medis, ditandai dengan buang air besar berulang dengan tekstur feses cair. Kondisi demikian tentu sangat mengganggu karena bisa mengganggu aktivitas.

Umumnya, diare juga disebabkan karena infeksi bakteri, virus, atau parasit di saluran pencernaan atau karena mengonsumsi makanan serta minuman tertentu.

Meski diare umumnya bisa sembuh dalam kurun 2 sampai 3 hari dengan cukup minum air serta istirahat, mungkin beberapa obat alami berikut bisa membantu menyembuhkan diare lebih cepat.

Apa saja itu? Mari simak ulasannya di bawah ini yang telah dihimpun dari berbagai sumber.

Bahan Alami untuk Mengobati Diare

1. Oralit 

img_title
Ilustrasi minum. (Foto: Pexels/samer daboul)

Bahan pertama yang dapat kamu gunakan untuk mengobati diare yakni oralit. Oralit sendiri merupakan serbuk punya kandungan natrium klorida, kalium klorida, trisodium, dan glukosa. 

Kandungan yang ada dalam oralit tersebut dipercaya bisa membantu kamu dalam mencegah dan mengatasi dehidrasi akibat diare. 

Oralit dapat dikonsumsi oleh orang dewasa serta anak-anak di atas 12 tahun. Namun, perlu diperhatikan, jika meminum oralit ini harus dengan takaran yang pas juga rekomendasi ahli, jangan berlebihan ya. 

2. Cuka Apel 

img_title
Cangkang telur dicampur dengan cuka apel. (Foto: Pixabay)

Selanjutnya ada cuka apel yang bisa kamu ambil manfaatnya untuk mengobati diare.

Sementara, proses pembuatan cuka apel ini menghasilkan senyawa pektin yang ternyata dapat membantu pertumbuhan bakteri baik dalam usus. 

Keberadaan bakteri baik tersebut bisa mencegah peradangan ketika kamu mengalami diare.

Tak hanya itu, sebuah kandungan antioksidan yang ada dalam cuka apel juga bisa membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga melawan infeksi akibat diare. 

Di sisi lain, cuka apel merupakan produk berbahan sari buah apel yang telah difermentasi. Produsen membuat cuka apel dengan melumatkan apel dan memeras sarinya. 

Mereka kemudian akan menambahkan bakteri dan ragi ke dalam sari apel tersebut sehingga terjadinya proses fermentasi.

Kemudian, bakteri dan ragi akan mengubah gula di sari apel jadi alkohol.

Berikutnya, bakteri pembentuk asam asetat acetobacter mengubah alkohol tersebut jadi cuka yang mengandung asam asetat, asam galat, katekin, dan juga senyawa lainnya.

3. Yoghurt 

img_title
Salad Buah Yoghurt. (Foto: Freepik/ tyasindayanti)

Yoghourt merupakan susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Jenis makanan ini juga bisa dibuat dari jneis susu apa saja, termasuk sari kacang kedelai. 

Tetapi, produksi modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu (laktosa) nyatanya menghasilkan asam laktat yang juga berperan di protein susu dalam menghasilkan tekstur gel dan aroma unik yoghurt. 

Ternyata, yoghurt ini bisa dijadikan makanan untuk membantu dalam mengobati diare lho.

Pasalnya, yogurt mengandung bakteri baik/ probiotik yang bisa membantu dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus serta memperbaiki fungsi saluran pencernaan. 

Tak hanya itu, yoghurt juga bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat membantu tubuh melawan infeksi, menyebabkan diare dan Kandungan probiotik di dalam yoghurt bisa membantu dalam memperbaiki fungsi di saluran pencernaan. 

4. Pisang 

img_title
Manfaat buah pisang. (Foto: Freepik/KamranAydinov)

Nama spesies dari pisang ialah Musa sp, berasal dari genus Musa. Pisang ini termasuk dalam famili Musaceae dalam kelas tumbuhan berkeping biji tunggal. 

Sementara, pisang masuk ke dalam subdivisi tumbuhan berbunga dan divisi tumbuhan berbiji. Spesies pisang masih berkerabat dengan Orchidaceae lho. 

Buah yang kaya akan vitamin baik serta rasa yang manis kala matang ini, juga bisa kamu manfaatkan ketika terjadi masalah pada pencernaan. 

Pisang bisa membantu mencegah diare, hal itu karena kandungan serat yang tinggi dan kemampuannya dalam mengikat air dalam usus, sehingga dapat memadatkan feses. 

Tak hanya itu, pisang juga punya kandungan elektrolit seperti kalium, yang ternyata dapat membantu menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh serta mencegah dehidrasi akibat terjadinya diare. 

5. Teh jahe

img_title
minuman jahe. (Foto: pixabay/11082974)

Jahe punya nama ilmiah Zingiber officinale, yang pertama kali dinamai oleh William Roxburgh dalam bukunya Flora Indica diterbitkan di tahun 1832.

Kata Zingiber ini berasal dari Bahasa Yunani “Zingiberi” yang diserap dari kata “Singabera” yang diambil dati Bahasa Sanskerta, juga memiliki makna "tanduk'' karena bentuk jahe mirip dengan tanduk rusa. 

Sementara, Officinale ini merupakan serapan bahasa latin (officina) yang juga memiliki makna jika tumbuhan digunakan dalam kebutuhan farmasi serta ilmu kesehatan.

Di sisi lain, jahe juga merupakan salah satu jenis tanaman yang punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Hal ini tentu bukan rahasia umum, sebab dalam beberapa jenis ibat herbal, jahe selalu menampakan dirinya. 

Begitu pun ketika seseorang mengalami diare, jahe bisa digunakan untuk meredakan hingga mengobatinya. Caranya cukup mudah, salah satu yang bisa dilakukan yakni dengan mengolahnya menjadi teh.

Teh jahe sendiri bisa membantu mencegah diare serta memiliki manfaat bagi kesehatan pencernaan lho, hal tersebut dikarenakan di dalam teh jahe ada antimikroba yang bisa memberikan manfaat dalam melawan infeksi bakteri yang menyebabkan diare. 

Selain itu, kandungan zat aktif yang berada dalam jahe juga bisa merangsang produksi enzim pencernaan hingga meningkatkan pergerakan usus, sehingga membantu dalam mencegah diare. 

Membuat teh jahe ini cukup mudah, kamu bisa mencampurkan beberapa sendok makan jahe yang telah diparut/ dipotong halus ke dalam secangkir air yang telah mendidih. 

Selanjutnya, kamu pun dapat menambahkan campuran lain, yakni berupa lemon dan madu secukupnya untuk menambah cita rasa kian lezat. 

Demikian beberapa bahan alami yang dapat kamu gunakan dan manfaatkan untuk membantu mengobati diare. 

Namun, ketika penyakit tersebut tak kunjung reda atau sembuh, kamu bisa segera menghubungi atau datang ke dokter untuk melakukan pemeriksaan atau konsultasi.