Piala Asia U23: Indonesia 1, Irak 2, Jalan Panjang Harus Ditempuh

Piala AFC U-23 : Indonesia vs Irak
Piala AFC U-23 : Indonesia vs Irak (Foto : PSSI)

Oleh:
M. Nigara
Wartawan Sepakbola Senior

AntvJALAN PANJANG menuju Olimpiade Paris, Juli 2024, tampaknya harus ditempuh oleh Garuda Muda Indonesia, setelah diperebutan peringkat tiga Kejuaraan Asia U23, kalah dari Irak 1-2. Dengan kekalahan itu, Tim asuhan Dhin Tae-yong harus menghadapi babak play off melawan Guinea, Afrika Barat,  Jamis (9/5/24) di Paris.

Meski mampu memimpin dengan gol Ivar Jenner menit-18, namun anak-anak kita tak mampu mengamankan keunggulan. Zaid Tahseem, pemain belakang Irak yang ikut menggempur, mampu menyamakan keduduksn 1-1 lewat sundulan menit-26.

Gol kemenangan Irak dicetak Jasim Ali, menit-95, dalam babak perpanjangan waktu 15x2, setelah skor imbang. Dengan memenangan itu, Irak langsung tampil di Olimpiade. Sebagai peringkat 3 Asia, Irak masuk ke grup B bersama Argentina, Maroko, dan Ukraina.

Sementara pemenang laga Indonesia vs Guinea, di babak play off, akan masuk grup A bersama Perancis, Amerika Serikat, dan Selandia Baru. Menurut catatan, Indonesia belum pernah bertemu dengan Guinea dalam event apapun.

Semangat

Turun tanpa kapten Rixky Ridho yang terkena kartu merah saat bertemu Uzbekistan, pertahanan Garuda Muda sebenarnya lumayan kokoh. Dan seperti biasa, kiper Ernando Ari, sedikitnya mampu tiga kali menepis bola yang melaju ke gawangnya.

Nathan Tjoe-A-On, di menit 72, mampu menyelamatkan gawang Ernando. Bola sontekan Nihad Watifi meluncur deras ke gawang yang kosong karena Ernando maju untuk menyongsong bola.

Meski timnas kita kalah, semangat harus tetap ditingkatkan. Sebagaimana 25 menit pertama saat melawan Irak, Justin Hubner yang dipercaya menjadi kapten, mampu memimpin pasukan dengan luar biasa. Tapi, setelah Irak mampu menyamakan kedudukan, terlihat sekali permainan menurun.

Anak-anak seperti kehilangan konsentrasi. Sering gagal menutup lawan, terlalu mudah kehilangan bola, dan gagal tampil sebaik saat bertarung dengan Yordania dan Korsel.

Marselino dan Witan Sulaiman yang tampil luar biasa dalam dua laga itu, sepertinya tidak bermain dalam kondisi terbaik. Bahkan keduanya terlampau egois. Berulang kali harusnya bola bisa diberikan ke kawan, justru disepak sendiri.

Padahal saat bermain di penyisihan grup dan perempat final, keduanya bisa tampil sangat apik. Mereka bisa menampilkan kombinasi yang indah hingga Marselino mampu mencetak 2 gol dan Witan 1 gol sangat indah.

Selain itu, saya juga melihat fisik pemain tidak 100 persen prima. Kelelahan terlihat jelas khususnya ketika babak kedua dimulai. Seperti biasa, sehebat apa pun seorang pemain, jika rasa lelah menyelimuti tubuh, semua kehebatan akan lenyap.

Jeda waktu seminggu sebelum laga play off hendaknya bisa menjadikan fisik dan mental anak-anak bisa kembali. Untuk itu, STY mesti mengawasi pasukan seketat mungkin. Maklum, jjka tampil seperti saat kalah dari Irak apalagi saat bertemu Uzbek, akan berat menghadapi wakil Afrika itu.

Tetap semangat dan ahrus terus berupaya agar sejarah baru tercipta, laga di pesta dunia. Lupakan segera Piala Asia. Jangan lupa, hasil ini telah melampaui target yang hanya hingga lolos grup saja.

Jangan lupa, kita pernah menjadi juara Asia, 1962. Dan jangan lupa juga, sudah 62 tahun kita lalui. Sementara sudah 68 tahun kita tidak tampil di Olimpiade.

Terus semangat, kalian adalah anak-anak hebat!!