Rutin Tampil di Pesbukers Ramadan ANTV, Berikut Profil Anggota Grup Lawak Legendaris Patrio

Rutin Tampil di Pesbukers Ramadan ANTV, Berikut Profil Anggota Grup Lawak Legendaris Patrio
Rutin Tampil di Pesbukers Ramadan ANTV, Berikut Profil Anggota Grup Lawak Legendaris Patrio (Foto : Instagram @antv_official)

AntvPesbukers Ramadan ANTV telah menjadi sorotan utama di layar kaca khusunya pada bulan suci Ramadan. Acara yang penuh dengan tawa dan keceriaan ini berhasil menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan.

Salah satu faktor utama kesuksesan acara ini adalah kehadiran para komedian handal yang mampu menghadirkan humor segar di setiap episodenya.

Di antara para komedian yang menghiasi acara ini, tidak bisa dilewatkan anggota Patrio, sebuah grup lawak legendaris Indonesia yang terdiri dari Parto, Akri, dan Eko Patrio.

Patrio, dibentuk pada tanggal 10 Oktober 1994, grup ini telah menjadi salah satu pilar komedi Indonesia dengan kehadiran mereka yang khas dan kecerdasan humor yang memikat.

Salah satu wujud keberhasilan mereka adalah ketika nama Patrio diabadikan di buku rekor MURI karena keberhasilan acara mereka, "Ngelaba", yang bertahan sebagai program komedi paling populer selama 13 tahun.

Dalam dunia hiburan yang dinamis dan penuh tantangan, setiap anggota Patrio telah menunjukkan bakatnya yang luar biasa baik secara individu maupun sebagai bagian dari grup.

Mari kita simak profil singkat dari masing-masing anggota Patrio yang tampil di Pesbukers Ramadan ANTV.

1. Parto Patrio


 
Eddy Soepono atau yang ebih dikenal dengan nama Parto Patrio lahir pada tanggal 17 April 1961. Dia berkarier sebagai seorang pelawak dengan kecerdasan humor yang khas.

Selain menjadi bagian dari Patrio, Parto juga dikenal sebagai salah satu pengisi acara utama di "Ngelaba" dan "Opera Van Java".

Parto memiliki dua pernikahan. Ia menikah dengan Ida Murwani dan memiliki 3 orang anak. Kemudian, ia menikah lagi dengan Dina Risty dan dikaruniai seorang anak bernama Amanda Caesa.

Pada tahun 2004, Parto sempat terlibat dalam kasus penggunaan senjata api secara sembarangan, yang kemudian berujung pada perdamaian setelah pihak-pihak terlibat mencapai kesepakatan.