Korban Keracunan Lontong Sayur Bertambah Jadi 28 Orang

Korban Keracunan Lontong Sayur Bertambah Jadi 28 Orang
Korban Keracunan Lontong Sayur Bertambah Jadi 28 Orang (Foto : antvklik-Agus S)

Antv – Kasus keracunan lontong sayur yang menimpa warga Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah makin mengkhawatirkan. Jumlah korban keracunan terus bertambah sampai 28 orang hingga Selasa (20/12/2022).

Sejauh ini tidak ada korban jiwa. Warga yang menjadi korban keracunan ini masih dalam perawatan medis baik di rumah sakit maupun Puskesmas.

Data sementara dari kepolisian setempat, hingga Selasa (20/12/2022) siang jumlah korban keracunan ada 28 orang.

Dari jumlah itu, 22 orang dirawat di rumah sakit dan Puskesmas, kemudian 6 orang lainnya menjalani rawat jalan.

Kasi Humas Polres Klaten, Iptu Abdillah, mengatakan, korban keracunan masih dalam penanganan intensif pihak rumah sakit. Kondisi pasien sudah mulai membaik meski masih merasakan mual muntah dan pusing.

"Pasien sudah masuk infus. Tim medis sudah melaksanakan secara intensif," ujarnya.

Selanjutnya langkah dari kepolisian, kata Abdillah, masih terus melakukan penyelidikan yang mendalam terkait kasus keracunan massal tersebut.

"Dari Reskrim Polres Klaten masih melaksanakan penyelidikan, sudah memeriksa saksi-saksi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jogonalan, dr. Parwiyati, mengatakan, saat ini pasien korban keracunan yang masih dirawat di Puskesmas Jogonalan ada 8 orang. Kondisi pasien rawat inap sudah mulai membaik.

Pihaknya telah mengambil sampel makanan yang diduga penyebab keracunan. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium di Yogyakarta.

"Sampel makanan sudah kita ambil dan hari ini kita kirim ke laboratorium di Yogyakarta. Sampel makanan itu ada agar-agar, sambel goreng, opor, santan, dan lain-lain. Kita tunggu hasilnya," ujarnya.

Salah satu pasien korban keracunan, Sari Ningsih, mengatakan, sebelumnya ia bersama keluarganya makan lontong sayur dari sebuah acara tasyakuran tetangganya pada Minggu (18/12/2022) malam.

Setelah itu pada pagi harinya yakni Senin (19/12/2022) sekitar pukul 10.00 WIB ia mengalami demam mual muntah diare hingga pusing kepala sehingga harus dilarikan ke Puskesmas Jogonalan. Kondisi yang sama juga dialami keluarganya,