Karan Johar Sebut Film 'Kuch Kuch Hota Hai' Sebarkan Politik Gender yang Salah

Karan Johar: Kuch Kuch Hota Hai Sebarkan Politik Gender yang Salah
Karan Johar: Kuch Kuch Hota Hai Sebarkan Politik Gender yang Salah (Foto : Kolase Istimewa)

AntvSutradara Karan Johar menandai debut penyutradaraannya dengan film 'Kuch Kuch Hota Hai', yang dibintangi oleh Shah Rukh Khan, Kajol dan Rani Mukerji sebagai pemeran utama.

Pasca perilisan, film 'Kuch Kuch Hota Hai' lantas muncul sebagai sebuah film klasik dalam sejarah Bollywood era baru.

Namun, selama bertahun-tahun, cara pandang terhadap film ini telah berubah, dan menurut sang sutradara yang biasa disebut KJo, mengakui kesalahan yang telah ia buat.

Hal itu disampaikan KJo saat promosi kembalinya sebagai seorang sutradara setelah tujuh tahun yang panjang dengan film yang akan datang, 'Rocky Aur Rani Kii Prem Kahaani'.

Selama promosi itulah, KJo menyebut film debutnya, 'Kuch Kuch Hota Hai' sebagai film yang salah dan menyatakan bahwa film tersebut menyebarkan politik gender yang salah.
 
Lebih lanjut KJo mengatakan bahwa sejak film debutnya, ia telah tumbuh sebagai seorang individu.

Hari ini, ia tidak ingin para pria melakukan apa yang dilakukan oleh karakter Rahul yang diperankan oleh SRK dalam Kuch Kuch Hota Hai.

"Film pertama yang saya buat, Kuch Kuch Hota Hai, saya sangat yakin bahwa politik gender dalam film tersebut adalah salah. Film ini menyebarkan politik gender yang salah, ada banyak hal yang muncul ke permukaan dalam film tersebut," katanya.

Ranveer Singh menyindir bahwa film ini tidak akan berhasil dalam "woke zamaana".

Sindiran Ranveer langsung dijawab oleh KJo bahwa ini bukan hanya tentang bangun, tetapi juga tentang bagaimana karakter-karakter tersebut direpresentasikan dalam film.

"Rahul mengatakan semua hal yang salah. Ia mengatakan, 'Hum ek baar pyaar karte hai' tetapi ia jatuh cinta dua kali. Ia mengatakan, 'Hum ek baar shaadi karte hai', ia menikah dua kali. Ia mengkontradiksi dirinya sendiri di sepanjang film," tandasnya.