Menkes Ungkap Kebocoran Data PeduliLindungi Berisiko Ancam Keselamatan

Menkes Ungkap Kebocoran Data PeduliLindungi Berisiko Ancam Keselamatan (Foto Tangkap Layar Youtube)
Menkes Ungkap Kebocoran Data PeduliLindungi Berisiko Ancam Keselamatan (Foto Tangkap Layar Youtube) (Foto : )
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengemukakan kebocoran data pada platform tunggal PeduliLindungi berpotensi mengancam keselamatan banyak orang.
Hal itu disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri ungkap kasus tindak pidana ilegal akses data vaksinasi. Yakni digelar di Mapolda Metro Jaya yang disiarkan melalui kanal YouTube Polda Metro Jaya, Jumat (3/9/2021)."PeduliLindungi jadi salah satu sistem penting untuk digunakan dalam transisi pandemi ke epidemi. Kemungkinan kita akan hidup dengan virus ini dalam waktu cukup lama," kata Budi Gunadi Sadikin.Leboh lanjut Budi mengatakan, virus Corona diperkirakan terus berdampingan dengan masyarakat Indonesia dalam jangka waktu lama."Virus ini ada yang hidup setahun, lima tahun bahkan ratusan tahun seperti polio," katanya.Untuk itu pemerintah mempersiapkan aplikasi PeduliLindungi agar masyarakat bisa hidup dengan virus tanpa khawatir jatuh sakit.Budi mengatakan aplikasi PeduliLindungi diuji coba dalam enam sektor aktivitas, di antaranya perdagangan, pendidikan, transportasi, keagamaan, pariwisata dan olahraga."Ini dibangun berbasis teknologi informasi menggunakan PeduliLindungi yang punya tiga fungsi besar. Pertama skrining karena terkoneksi ke sistem database kita. Kedua fungsi penelusuran, kalau terpapar bisa dilacak siapa saja yang ada di sekitarnya. Serta ketiga fungsi prokes seperti pengaturan jarak," katanya.Budi mengapresiasi upaya Polda Metro Jaya dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan kasus yang berkaitan dengan tindak pidana ilegal data vaksin."Saya sedih sekali melihat ini. Saya terima kasih ke Polda Metro Jaya bisa mengidentifikasi dan menyelesaikan ini dengan baik," ujarnya.Budi mengatakan tindakan pelanggaran elektronik juga kerap dialami nasabah perbankan di Indonesia."Kalau perbankan, korbannya satu (nasabah), tapi karena ini (aplikasi PeduliLindungi) orangnya lolos, yang kena tidak hanya satu, tapi orang-orang di sekitarnya. Bisa keluarga, bahkan orang se-Indonesia," katanya.Budi mengatakan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 memiliki kemampuan bereplikasi sangat cepat."Kelipatannya (replikasi) besar sekali. Virus ini bereplikasi bisa delapan orang dalam sehari," katanya.https://www.youtube.com/watch?v=ptO50akQMQE