Banjir Bandang di NTT dan NTB, Mensos: Jalan Kaki untuk Salurkan Bantuan

Menteri Sosial Tri Rismaharini saat membagikan bantuan bagi korban banjir bandang di NTT dan NTB, April 2021. (Foto Tangkap Layar Yotube Kemensos RI).
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat membagikan bantuan bagi korban banjir bandang di NTT dan NTB, April 2021. (Foto Tangkap Layar Yotube Kemensos RI). (Foto : )
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyatakan Pulau Odonara dan Pulau Lembata mengalami kerusakan terparah akibat diterjang banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tri Rismaharini menyampaikan hasil kunjungan kerjanya ke NTB dan NTT, pasca diterjang banjir bandang yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dan hilang.“Kemarin, Selasa (6/4/2021), saya baru pulang dari Bima, kemudian ke Pulau Odonara dan Pulau Lembata. Saya lihat lokasi tiga itu, Lembata dan Odonara parah. Kemudian saya dapat laporan ada dari Kabupaten Alor, itu juga ada di Pulau Pantar kondisi kerusakannya berat,” ujarnya.“Saya dapat laporan dari Bupati Sumba Timur yang komunikasinya belum bisa terlalu baik. Kemudian dari Ende dan Malaka yang saat ini banjir tinggi,” sambung Risma.Ia menuturkan, dari pengamatan selama kunjungan kerja di NTT dan NTB, dirinya melihat banyak rumah warga yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir bandang.“Dari melihat itu banyak rumah yang rusak, saya berpikir bagaimana menggalang bantuan dari para dermawan. Nah kebetulan kita kenal dengan start up Kita Bisa yang membantu kami, lumayan ternyata, saya baru kontak kemarin ternyata mereka hasilnya cukup banyak sekali. (selain itu) Disini juga ada beberapa pengusaha,” tambahnya.Risma mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan bahan makanan dan obat-obatan, meski harus berjalan kaki karena akses jalan tidak bisa dilewati mobil.“Meskipun jembatan putus, kita masih bisa lewat meski jalan kaki. Artinya, distribusi makanan seperti itu, kita kontak kepala desa untuk mengerahkan warganya mengambil bahan makanan,” ucapnya.