Anak dr. Ibnu, Korban Lion Air PK-LQP: Kenapa Ayah Sering Disebut Dalam Doa Bersama ?

Anak dr. Ibnu, Korban Lion Air PK-LQP Sering Bertanya Ayahnya Disebut Dalam Doa Bersama
Anak dr. Ibnu, Korban Lion Air PK-LQP Sering Bertanya Ayahnya Disebut Dalam Doa Bersama (Foto : )
www.antvklik.com
- Jenazah dr. Ibnu, korban pesawat jatuh Lion Air PK-LQP JT 610 tiba di rumah duka, Komplek Pelni Blok C1 Nomor 5, RT 04 RW 17, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu (7/11).Kedatangan jenazah Ibnu disambut oleh keluarga dan kerabat yang sudah menunggu. Sontak suasana duka terlihat dari wajah para pelayat yang datang.Tetesan mata menetes dan mengalir di mata dan wajah mereka, ketika memandangi peti mati Ibnu yang sudah tak bernyawa. Begitu pula Slamet Hantono dan Helda, ayah dan istri korban. Helda memandangi peti mati suaminya sambil menggendong buah hati mereka.Pihak keluarga pun langsung menggelar acara doa bersama untuk dokter muda yang telah pergi dan tak kan kembali untuk selamanya.Ani, adik korban mengatakan pihak keluarga sudah mendapat info jenazah Ibnu berhasil teridentifikasi sejak semalam, Selasa (6/11).“Tapi karena waktunya mepet, keluarga mutusin untuk jemput jenazah tadi pagi. Keluarga berencana memakamkan Ibnu di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur,” ucap AniSlamet Hantono menceritakan cucunya yang masih kecil, hasil pernikahan dari Almarhum Ibnu dan Helda, menanyakan ke dirinya mengenai tulisan ada nama ayahnya. Begitu pula saat doa bersama, nama ayahnya sering disebut berulang kali."Anak pertamanya nanya, kok nama papi disebut-sebut terus. Dia baru bisa belajar membaca. Makanya pas lihat karangan bunga depan rumah dia bertanya-tanya terus," katanya.Slamet menambahkan, jenazah Ibnu berhasil diidentifikasi dari sampel DNA yang diberikannya ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri Said Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur.Dokter Ibnu menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP  JT 610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat, ketika hendak melanjutkan pengabdian wajib kerjanya sebagai dokter spesialis penyakit dalam di Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Laporan Mely Kasna dari Depok