Pembunuh yang Terlupakan dan Diam-Diam Mematikan Itu Bernama Pneumonia

Hari Pencegahan Pneumonia Sedunia (Foto : Freepik/ freepik)

Para dokter dan ilmuwan terus berusaha untuk menggali informasi bagaimana penyakit ini bekerja dan bagaimana pula cara kita melawannya dengan harapan kesadaran kita akan bahaya penyakit ini bisa tergugah.

Tersedianya informasi yang lengkap dan kesadaran masyarakat seperti itulah yang sesungguhnya merupakan pertahanan terbaik yang dimiliki manusia. Saya ulangi, informasi adalah pertahanan terbaik yang dimiliki manusia.

Ada banyak sekali kemungkinan buruk selain secercah harapan yang mengancam di sepanjang perjalanan yang akan kita lakukan. Tapi semoga hari-hari ke depan situasi kian membaik, meski semua kabar baik baik adalah rencana dan masih harus melalui proses panjang. 

Kita perlu menjaga diri agar pneumonia yang menyebalkan ini tak beranak-pinak dan menjangkiti kita sesukanya. Jaga diri dan keluarga, lakukan usaha apapun semaksimal mungkin, antisipasi segala celah yang berpotensi melemahkan kita.

Dan lagi, kematian memang kepastian yang sudah ada bahkan sejak kita belum melihat dunia. Tapi kita bisa memilih dan mengupayakan untuk bisa menghadapinya dalam kondisi yang seperti apa. 

S hingga kini masih menyimpan duka. Walau pertemuan kami hanya sebatas gelembung pesan di sosial media, saya bisa merasakan kegetiran merayap di setiap ketikannya. Dan ia menutup kisahnya dengan kalimat yang menyentuh lubuk hati dan menggugah kesadaran saya.

“Kematian nasihat terbaik bagi kami yang masih hidup,” tandasnya.