Tidak Ada Mahar Politik, Adanya Ongkos Biaya Operasional Partai

ali taher 1 (Foto : )

www.antvklik.com-Dalam kunjungan kerjanya ke Sorong, Papua Barat, Senin (15/1/2018), Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Ali Taher Parasong, mengaku tidak setuju dengan penggunaan istilah mahar politik. Namun, Ali menyadari bahwa politik memang berbiaya tinggi.

Lebih lanjut Ali Taher mengatakan, "Ongkos politik dalam pragmatisme politik dibutuhkan untuk menggerakkan mesin partai. Saya kira ini tidak ada paksaan, tapi kesadaran masing-masing." Tidak akan bisa menggerakkan mesin partai tanpa ongkos. Hanya saja, untuk membiayai partai tidak boleh menekan seseorang dan menargetkan besarannya.” Ungkap Ali, Politikus asal Flores, Nusa Tenggara Timur, yang kini menjabat sebagai ketua Komisi VIII DPR.

Ali menegaskan, ketika seseorang mau maju dalam kontestasi baik itu pilkada maupun pemilu legislatif, tentu harus memiliki lima kesiapan. Pertama, punya idealisme kebangsaan. Mereka harus berpikir dan bertindak untuk kepentingan bangsa. Tidak boleh hanya untuk kepentingan sendiri atau partai politik.

Kedua, harus memiliki jaringan yang cukup sehingga bisa mendulang suara untuk memenangi pemilihan. Ketiga, harus memiliki trust atau kepercayaan karena jika tidak dipercaya akan sulit menang.

Keempat, harus menjalin silaturahmi berkelanjutan dengan pemilih-pemilihnya. Kelima, harus ada penunjang seperti kaus, spanduk dan lainnya. "Jadi calon harus betul-betul siap. Kalau tidak siap tidak usah maju," katanya.

Laporan Eko Prabowo dari Sorong Papua Barat.